Proyek pemeliharaan Selter Krian tidak dicat tapi dicuci oleh pekerja proyek yang tidak memakai K3. (dok.duta/FT/YUDI IRAWAN)

SIDOARJO | duta.co – Proyek perawatan terminal Krian dalam bentuk pengecatan di Kantor terminal Krian dibawah naungan Dinas Perhubungan Sidoarjo, diduga bermasalah. Hal ini karena dimanipulasi.

Proyek yang menggunakan dana APBD Kota Sidoarjo tahun anggaran 2021 senilai Rp90 juta ini diduga dikerjakan oleh oknum Dinas sendiri dengan mekanisme Penunjukan Langsung tanpa tender.

Namun, di lapangan, diduga proyek ini dibawah kendali salah satu pejabat di internal Dinas perhubungan Sidoarjo.

“Salah satu yang janggal, proyek ini sudah dilaksanakan sebelum dilakukan penandatanganan kontrak antara Dinas Perhubungan Sidoarjo dengan CV sebagai perusahaan pelaksana yang dipakai Oknum Dishub tersebut yang ber inisial R, yang mana menjabat PPKOM yang sekarang dipindah Dinas lain,” jelas Makin Suganda, Direktur LSM Satria, Senin, (1/11/21).

“Kantor terminal Krian saja yang dicat. Untuk Selter tidak dicat, hanya dicuci. Kegiatan pengecatan dilakukan untuk kantor terminal Krian saja untuk memanipulasi supaya kelihatan dicat,” tegasnya.

Dari pantauan wartawan, teknis pelaksanaan pengecatan oleh pekerja sendiri dijalankan tanpa prosedur safety K3. Pada pengerjaan pengecatan di ketinggian misalnya, pekerja tidak nampak menggunakan safety body harness dan juga helm.

Sedangkan dari Sekertaris Dishub belum bisa dikonfirmasi tentang oknum Dishub yang mengerjakan proyek pengecatan Terminal Krian tersebut sampai berita ini diturunkan. (yud/loe)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry