Pengerjaan sheet pile yang tidak rapat dan terlihat miring (FT/Dok.duta/YUDI IRAWAN)

SIDOARJO | duta.co – Pelaksanaan proyek pembangun jalan dan jembatan Frontage Road Waru Buduran Lanjutan oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Kabupaten Sidoarjo yang dilaksanakan rekanan (kontraktor) dari PT. Jaya Kirana Sakti, diduga terjadi kongkalikong antara rekanan kontraktor dan oknum pejabat.

Menurut sumber terpercaya dari kontraktor yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan dengan terang, pelaksanaan proyek tersebut dikerjakan asal jadi dan tidak sesuai dengan perencanaan gambar serta Rencana Anggaran biaya (RAB).

Ironisnya, pembangunan jalan dan jembatan Frontage Road Waru, Buduran yang dikerjakan diduga dibangun mengurangi Volume pekerjaan, seperti Box sambungan di saluran kereta aturan melintang tetapi tidak dikerjakan Box Culvert.

“Selain itu, pemasangan sheet pile seharusnya rapat ini, namun ini tidak. terkesan memang ada jarak untuk menghemat biaya. Apalagi sheet pile terpasang tidak tegak lurus, kelihatan miring, ini agak menakutkan. Sedangkan untuk pengecoran tutup sheet pile kurang baik kelihatan mudah keropos sehingga akan mudah rusak. Dan diduga adanya PJU kurang satu,” tegas rekanan yang meminta dirahasiakan namanya ini.

Ia melanjutkan, meski pelaksanaan proyek pembangunan jalan dan jembatan Frontage Road Waru Buduran lanjutan dikerjakan tidak sesuai dengan gambar perencanaan dan tidak sesuai volume RAB, pejabat Dinas PUBMSDA Kabupaten membiarkan pekerjaan tersebut berlangsung.

“Pejabat diduga penerima pekerjaan menerima hasil pekerjaan tersebut sehingga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) melakukan PHO (Provisional Hand Over) atau serah terima sementara dengan melaksanakan Opname di lokasi,” ungkapnya.

Diduga, oknum pejabat PUBMSDA Kabupaten Sidoarjo dengan rekanan pemborong dari PT. Jaya Kirana Sakti terjadi kongkalikong guna meraup keuntungan besar yang dikerjakan asal jadi dan tidak sesuai dengan perencanaan gambar dan Volume RAB.

“Pihak Dinas PUBSDA tidak melakukan tindakan, justru pembiaran yang terjadi hingga sampai pekerjaan itu diduga diserahkanterimakan kepada pejabat penerima pekerjaan dari dinas PUBMSDA,” pungkasnya.

Sementara, hingga berita ini dimuat, rekanan Kontrak belum bisa dikonfirmasi dan Pejabat PUBMSDA melaui sekertarisnya Yunan tidak menjawab telepon. (yud/loe)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry