Proyek Kajeksan, pembangun jalan makam Mbah Jailani yang diduga gagal kontruksi sampai retak dua kali setelah di tambal, Minggu, (28/11/21). (FT/LOETFI)

SIDOARJO | duta.co – Sangat disayangkan. Pekerjaan pembangunan penahan jalan Mbah Jailani dan pengaspalan di Kampung Desa Kajeksan yang menghubungkan ke Kampung Kepunten, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, yang bersumber dari APBD tahun 2021 diduga gagal kontruksi. Hal ini menyebabkan jalan retak (pecah), bahkan setelah ditambal.

Dari hasi temuan media pada proyek pembangunan pembangunan penahan jalan dan pegaspalan Jalan yang dikerjakan CV. Putra Karya Mandiri yang beralamatkan Jalan Babadan Rukun VII/12 Dupak, Krembangan Surabaya dengan pagu 700 Juta, sangat tidak memuaskan. Jalan retak memanjang dan penahan jalan banyak dijumpai retak melingkar.

Disinyalir, hal itu dikerjakan tidak sesuai dengan pembangunan kontruksi yang sebenarnya. Terlihat dari teknis pekerjaan asal jadi yang pemadatan kurang maksimal, penggunaan alat-alat seperti pemasang sheet pile seadanya, sehingga pelaksanaannya menghasilkan produk yang gagal.

Namun, hal tersebut tampaknya tidak menjadi masalah, karena tidak direspon atas hal tersebut dari dinas terkait yang memberikan perintah pekerjaan kepada pengusaha jasa konstruksi itu tersendiri.

Bahkan, dari segi pengawasan dari pihak konsultan dan Dinas pun terkesan seenaknya. Bahkan, sisi sebelah Selatan juga dikerjakan penahan jalan oleh CV berbeda.

Oleh sebab itu, hal in pun ditanggapi serius oleh Makin Suganda, ketua LSM SATRIA. Dirinya menilai, pekerjaan tersebut mencoreng pekerjaan konstruksi yang ada di Kabupaten Sidoarjo.

Bukan hanya dugaan gagal kontruksi, tetapi lebih ke ranah pada pekerjaan yang diduga asal jadi. Sehingga, dapat merugikan masyarakat khususnya pengguna jalan, karena hanya mementingkan keuntungan pribadi bagi pihak kontraktor.

“Jika dibiarkan maka indikasi korupsi akan terlihat jelas. Akan adanya main mata antara Kontraktor, Dinas, dan konsultan,” ujarnya, Minggu, (28/11/21).

Jalan yang baru dikerjakan beberapa bulan lalu sudah ada yang retak bahkan memanjang. Sekilas mungkin dinilai hanya retak dan itu pun sudah dilakukan penambalan menggunakan Seallant dari aspal oleh rekanan Kontraktor. Namun, setelah ditelusuri, ternyata retak kembali dengan menimbulkan ruang yang cukup dalam dan memanjang.

“Dugaan gagal kontruksi sangat jelas. Pasalnya, pekerjaan baru berapa bulan yang lalu sudah ada yang retak. Gagal kontruksi pekerjaan itu disebabkan gagalnya fungsi pengawasan dari Konsultan, dari Pengawas Dinas, dan PPTK. Karena jika fungsi berjalan dengan semestinya, tidak akan terjadi. Diduga adanya indikasi pembiaraan terhadap rekanan Kontraktor,” tegasnya.

Makin juga meminta, dalam hal ini kepada Dinas yang berkompeten, agar melakukan perbaikan secara aturan yang berlaku, pada kegiatan pembangunan penahan jalan dan pengaspalan yang menghubungkan Kampung Kajeksan dan Kepunten.

“LSM Satria Sidoarjo akan mengawal tuntas pekerjaan jalan tersebut. Jika tidak ada tindak lanjut dari Dinas PUBMSDA, Kabupaten Sidoarjo, maka LSM Satria akan bersurat kepada inspektorat dan BPK untuk mengaudit pekerjaan tersebut, untuk meminta tanggungjawab dari Dinas dan Kontraktor, atau segera memperbaiki secara aturan yang berlaku. Jangan sampai pejabat PUBMSDA menerima pekerjaan tersebut sehingga dapat menyerap anggaran seratus persen proyek tersebut. Kalau terjadi seperti itu, maka data kita lengkap dari RAB, Video sheet pile, foto proyek, maka kita akan lapor ke aparat hukum,” pungkasnya.

Selain itu, salah satu warga Kajeksan, Pak Sayuri (75), mengatakan, pekerjaan itu terlihat asal jadi yang mengakibatkan kualitas jalan kurang baik. “Itu ketingalane (kelihatannya) asal jadi mas, dan tidak ditumbuk. Kalau ditumbuk mboten (tidak) retak-retak ngoten (begitu). Niku (itu) kontraktor nggeh ngoten niku (ya seperti itu) pokok kerjaan mantun (selesai), namung mboten jogo (tetapi tidak menjaga) kualitas,” ucap Sayuri.

Sedangkan Sekertaris PUBMSDA, Yunan, saat dikonfirmasi terkait pencairan anggaran proyek pembangunan penahan jalan Mbah Jailani yang diduga sudah 100%, menjawab melaui WhatsApp dengan singkat. “Belum,” singkat Yunan. (yud/loe)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry