PAPARAN: Bupati Sambari Halim dan undangan serius mengikuti pemaparan proyek Islamic Centre, kemarin. Duta/Much Shopii

GRESIK | duta.co – Cita-cita Bupati Sambari Halim Radianto untuk merealisasikan Islamic Centre dan Kawasan Religi masih belum mulus. Buktinya, Takmir Masjid Jami’ Gresik yang diundang dalam sosialisasi rencana proyek Islamic Centre diseputar Alon-alon Gresik, tak ada satupun yang hadir.

Hal tersebut diketahui ketika Bupati Sambari yang hadir dalam sosialisasi mengecek undangan dari Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang (DPU TR) Gresik di ruang Putri Mijil, kemarin. Meskipun dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik, seniman, tokoh masyarakat dan anggota Komisi C hadir, tetapi Takmir Masjid Jami’ Gresik tak ada satupun perwakilan yang hadir.

“Saya ingin mengetahui yang hadir. Kalau (sosialisasi) masih dianggap kurang, lakukan ulang. Kita tidak mendirikan perusahaan, tapi kita bangun kebutuhan masyarakat Gresik,” ujar Bupati Sambari.

Sebab, pihaknya sangat membutuhkan dukungan dari semua pihak untuk mewujudkan visi dan misinya. Sehingga, sebelum tahun 2021 wajib sudah terbangun.

Bahkan, Sambari sangat antusias melihat penayangan gambar-bambar dua dimensi dari arsitektur bakal bangunan Islamic Centre serta gambar tiga dimensi yang berbentuk animasi tersebut.

Kemegahan gedung Islamic Centre yang terkoneksi dengan Masjid Jami’ Gresik melalui 2 jembatan kembar ini, tampak sangat megah. Gedung berlantai dua terlihat artistik karena dikelilingi jalan melingkar dengan pagar di kanan kirinya.

Total anggaran bangunan Islamic Centre tersebut direncanakan menelan biaya Rp 28 miliar. Pada 2017 anggaran yang disiapkan sebesar Rp 20 miliar. Sisanya akan diselesaikan pada tahun anggaran 2018.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Gresik, Markasim Halim Widianto dalam sosialisasi tersebut menyatakan secara terbuka bahwa Komisi C sangat mendukung pembangunan Islamic Centre. “Kami sangat mendukung,” tegasnya.

Namun, beberapa anggota Komisi C mengaku belum sepenuhnya sreg. Sebab, Alon-alon Gresik akan berubah fungsi. Ditengah Alon-alon bakal berdiri bangunan yang terkoneksi dengan Masjid Jami’ Gresik.

“Ruang Terbuka Hijau (RTH) masih kurang. Alon-alon yang menjadi RTH justru akan ada bangunan,” ungkap Anggota Komisi C DPRD Gresik, Mega Bagus Syahputra.

Sementara itu, Sekretaris DPU TR Gresik Achmad Washil mengaku, pihaknya akan melakukan pendekatan dengan Takmir Masjid Jami’ Gresik. “Kita akan lakukan pendekatan untuk menyamakan persepsi,” pungkasnya. pii

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry