MOJOKERTO | duta.co -Tanggul sungai Sadar di lingkungan Kuti Kelurahan Gunung Gedangan kecamatan Magersari Kota Mojokerto ambrol selebar sekitar 20 meter. Tanggul ambrol sejak Selasa, (22/1) yang mengakibatkan ratusan rumah terancam banjir. Diduga, ambrolnya tanggul akibat normalisasi sungai sadar beberapa waktu lalu.

Lurah Gunung Gedangan, Fatoni mengatakan ambrolnya tanggul sungai diduga akibat hujan deras yang menguyur wilayahnya.

“Dugaan sementara hujan deras sehingga volume air naik dan mengerus bawah tanggul,” katanya.

Dari pantauan di lokasi, tanggul sungai sadar ambrol berada di Kuti RT 1 RW 5 tak jauh dari jembatan Kuti. Tanggul ambrol selebar sekitar 20 meter. Tembok tanggul, longsor ke sungai, tanah yang berada di atas tanggul juga terlihat retak. Terlihat sejumlah orang tengah memperbaiki. Mereka melakukan pengurukan dengan batu sisa dari tembok tanggul.

Mendengar kabar adanya tanggul sungai sadar ambrol, Wakil Walikota Mojokerto Ahmad Rizal langsung datang ke lokasi. Bersama satpol PP, camat dan, lurah. Orang nomer dua di Pemkot ini langsung meninjau lokasi. Ia juga berdialog dengan warga yang rumahnya berada di samping tanggul.

“Kondisi tanggul memang menggantung sejak adanya normalisasi sungai, sehingga ini tanggung jawab Balai Besar Wilayah Sungai Brantas (BBWS),” katanya.

Rizal menjelaskan sejak adanya proyek normalisasi sungai sadar pada tahun 2018 lalu, sejumlah tanggul kondisinya memang kritis. Tak hanya itu, kondisi tanggul memang menggantung dan rawan ambrol lantaran dikeruk.

“Memang imbasnya seperti ini tapi kita sudah berkoordinasi dengan pihak terkait yakni Balai Besar Sungai Brantas (BBWS),” jelasnya.

Untuk itu tambah Rizal pihaknya sudah berkirim surat agar BBWS memprioritaskan pengerjaan pembangunan tanggul sungai yang ambrol. Memang, tambah Rizal saat ini pengerjaan tanggul masih berada di wilayah timur atau sekitar wilayah Kabupaten Mojokerto, sehingga ia meminta BBWS lebih dulu mengerjakan titik tanggul yang ambrol ini.

“Sudah ada respon dari BBWS, termasuk mereka (kuli,red) orang suruhan BBWS,” tambanya.

Ia meminta agar warga sekitar tanggul sungai Sadar tidak perlu cemas. Ia menjamin jika ada tanggul ambrol akan ada respon cepat dari BBWS.

“Kita juga meminta BBWS menginventarisir titik-titik mana saja yang rawan ambrol. Jadi, ketika sudah terpetakan penanganannya bisa cepat, sehingga warga tidak perlu khawatir,” pungkasnya. (ari)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry