Ketua LSM SATRIA , Makin Suganda. (FT/dok.Duta)

SIDOARJO | duta.co — Ketua LSM SATRIA, Makin Sugandi, angkat bicara terkait kecelakaan Lalu lintas yang mengakibatkan warga terjatuh. Pembangunan proyek jalan PUBMSDA, diduga menjadi salah satu pemicu terjadinya kecelakaan lalu lintas di jalan depan Masjid Sowocangkring, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, Kamis, (11/11/21).

“Proyek pembangunan jalan yang ada tumpukkan Sirtu di depan Masjid yang tanpa adanya rambu-rambu pengingat dan papan nama proyek menjadi salah satu penyebab kecelakaan lalu lintas,” kata Makin, Selasa, (16/11/21).

Ia menuturkan, sejumlah jalan Kabupaten Sidoarjo sedang marak dilakukan perbaikan jalan dan pembangunan Jalan. Akvititas pengerjaan jalan itu, kata dia, menimbulkan banyak pengendara mengalami kecelakaan tunggal karena menabrak material di pinggir jalan yang terlalu memakan jalan.

“Kebanyakan kecelakaan tunggal itu terjadi malam hari, karena saat malam tidak ada pengerjaan, kondisi tempat pengerjaan juga gelap dan material yang tidak habis dibiarkan begitu saja,” kata Makin.

Makin menambahkan, pengerjaan maupun penyimpanan dan penempatan material proyek di jalan raya seharusnya dilakukan pada malam hari agar tidak mengganggu arus lalu lintas kendaraan. Selain itu, lanjut dia, saat pengerjaannya harus memasang rambu-rambu peringatan serta penerangan yang maksimal sehingga diketahui oleh pengguna jalan.

“Selama ini pengerjaan, pengiriman dan penyimpanan material bahan bangunan dilakukan siang hari sehingga selain mempersempit juga mengakibatkan kecelakaan lalu lintas,” pungkasnya.

Ia menyebutkan, dampak pembangunan Jalan Sowocangkring Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo itu telah dilaporkan ke Polresta Sidoarjo karena memakan korban. Terjadinya kecelakaan tunggal yang didominasi kendaraan sepeda motor yang dikendarai Agus S (41), warga Desa Junwangi, mengakibat ia patah tulang. “Yang mana, hal itu diakibatkan oleh pihak Kontraktor yang menaruh material seenaknya di pinggir jalan tanpa rambu rambu lalu lintas,” jelasnya.

Kejadian yang menyebabkan pengendara mengalami kecelakaan tunggal akibat pembangunan jalan, dan kurangnya pengawasan pihak Dinas PUBSDA kepada pihak Kontraktor, mengakibatkann kerugian pada masyarakat.

“Dan saya berharap proyek pembangunan jalan dievaluasi oleh Bapak Bupati maupun Wakilnya agar pihak Dinas PUBMSDA tidak seenaknya menjalankan proyeknya. Saya meminta proses pengerjaan bisa dievaluasi dan melakukan lebih baik lagi tidak sembrono sehingga tidak ada korban lagi,” tegasnya.

Dengan adanya kejadian kecelakaan itu, pihak media langsung mengonfirmasi kepada sekertaris PUBMSDA, Yunan. Ia mengatakan, hal tersebut harus dikonfimasikan oleh pelaksana lapangan. “Kami juga akan lakukan cek di lapangan apa penyebabnya,” singkatnya. (yud/loe)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry