Kapolres Trenggalek memberikan keterangan di hadapan awak media, dan mengamankan pelaku beserta barang buktinya. (DUTA.CO/Hamzah)

TRENGGALEK | duta.co — Residivis asal Desa Sumberbening, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek, diamankan petugas setelah berhasil membobol counter hand phone dan toko bangunan yang ada di Kecamatan Watulimo. Pelaku yang hanya mengenyam bangku  pendidikan tidak tamat SD ini diketahui bernama Guntur Setiawan (28) warga Dusun Srabah RT 36 RW 07, Desa Sumberbening, Kecamatan Dongko yang diduga kuat merupakan pelaku pencurian dengan pemberatan di beberapa TKP di Watulimo.

Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S, dalam konferensi pers di halaman Mapolres Trenggalek, membenarkan hal tersebut.

“Polisi berhasil menangkap pelaku Curat yang terjadi di beberapa TKP di Kecamatan Watulimo. Pelaku terpaksa dilumpuhkan karena melawan dan berusaha melarikan diri saat dilakukan penangkapan, ” terang Kapolres Trenggalek AKBP Didit saat dikonfirmasi, Kamis (06/12/2018).

Berdasarkan hasil penyelidikan petugas, diketahui pelaku telah melakukan tindak pidana Curat di beberapa lokasi. Di antaranya, konter HP Vertikal cell 2 desa Tasikmadu, Nuansa Cell Kecamatan Bandung Tulungagung dan 2 ruko di Prigi Watulimo.

“Saat dilakukan penggeledahan ditemukan berbagai merek hand phone baru di dalam tas kecil dan disembunyikan di dalam almari, ” imbuhnya.

Menurut informasi yang diterima, merupakan residivis kasus curat dan sudah beberapa kali dijatuhi hukuman di Rutan Trenggalek.

Saat ini, pelaku beserta barang bukti berupa 9 hand phone sudah diamankan petugas dan dalam proses penyidikan lebih lanjut.

“Kepada pelaku akan kenakan pasal 363 ayat (1) ke-5e KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara,” pungkas Didit.

Disisi lain, Kapolres Trenggalek juga sangat mengapresiasi kinerja anggotanya yang dalam waktu singkat dapat mengungkap kasus yang terbilang cukup meresahkan masyarakat khususnya pelaku usaha di Watulimo tersebut.

“Kejelian dan kecepatan dalam ungkap kasus ini merupakan prestasi tersendiri yang patut diapresiasi,” katanya. (yon/haz)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.