SITUBONDO | duta.co – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Situbondo, menggelar simulasi pemungutan suara pemilihan bupati dan wakil bupati Situbondo tahun 2020. Simulasi yang berlangsung di halaman depan Kantor KPU Situbondo ini, disaksikan Forkopimda Situbondo, Sabtu (21/11/2020).

Simulasi kali ini sangat berbeda dengan simulasi pemilihan umum sebelumnya, sebab pilkada saat ini dilaksanakan di tengah pandemi COVID-19. Sehingga, seluruh proses pemungutan suara dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan COVID-19.

Keterangan yang disampaikan Ketua KPU Situbondo Marwoto SE mengatakan bahwa, dalam pelaksanaan simulasi pemungutan suara ini mengenalkan tempat pemungutan suara (TPS) yang ukurannya minimal 8X10 meter.

Dalam pelaksanaan simulasi ini, sambung Marwoto, ada tata cara pemilih ketika memasuki area TPS. “Ketika para pemilih akan memasuki bilik pemungutan suara, maka mutlak mereka harus menerapkan protokol kesehatan COVID-19 secara ketat. Sebelum masuk ke bilik TPS, para pemilih wajib menggunakan masker, cek suhu tubuh, cuci tangan dan jaga jarak,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ketua KPU Situbondo menjelaskan bahwa, simulasi ini akan kembali dilaksanakan pada tanggal 24 November 2020 di empat titik, wilayah timur, tengah dan wilayah barat. “Ini dilakukan sebagai evaluasi agar simulasi pemungutan suara di tengah pandemi COVID-19 bisa berlangsung dengan baik,” pungkas Marwoto.

Di lain pihak, Iwan Suryadi SH, Divisi Teknis dan Penyelenggara KPU Kabupaten Situbondo menerangkan, simulasi ini dilaksanakan bertujuan supaya masyarakat yang mempunyai hak pilih memahami tata cara pemungutan suara pemilihan bupati dan wakil bupati Situbondo yang akan dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2020 serentak.

“Pilkada saat ini di tengah pandemi COVID-19, maka dalam pelaksanaan pencoblosan masyarakat harus menggunakan masker, cuci tangan dan jaga jarak. Sedangkan, petugas KPPS harus menggunakan face shield, masker dan sarung tangan serta mematuhi protokol kesehatan COVID-19 yang lainnya,” terang Iwan.

Tak hanya itu yang disampaikan Iwan. Namun, dia juga menjelaskan pemilih yang suhu tubuh mencapai 37 derajat, maka KPU telah mensiapkan bilik khusus di luar TPS.

“Pemilih yang sudah mencoblos, sebelum keluar dari TPS jarinya tetap ditandai tinta, dengan cara diteteskan menggunakan pipet,” terang Iwan. (her)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry