DEWAN : Aliansi Masyarakat Peduli Desa dari sejumlah kecamatan kembali menggelar aksi (duta.co/Nanang Priyo)

KEDIRI | duta.co -Sesuai surat pemberitahuan resmi diajukan ke Polres Kediri, pada Rabu pagi ini, akan digelar aksi penyampaian aspirasi dengan sasaran Kantor Pemkab dan Gedung DPRD Kabupaten Kediri.

Disampaikan Sunaryo, koordinator aksi mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Peduli Desa. Harapan mereka dalam aksi kali ketiga ini, bisa mendapatkan langsung penjelasan dari Bupati Kediri, dr. Hariyanti Sutrisno maupun Ketua DPRD, H. Sulkani.

Seakan tidak pantang menyerah, diperkirakan membawa jumlah massa lebih besar dari Kecamatan Plemahan, Purwoasri dan Pagu, perwakilan warga bersama calon perangkat desa yang merasa didzolimi, akan menggelar aksi di kantor kecamatan masing-masing.

“Kemudian bersama-sama kami menuju Kantor Pemkab Kediri dan Gedung DPRD. Tujuannya bisa bertemu langsung ibu bupati dan bapak ketua dewan. Kami butuh penjelasan dan penegasan atas aturan yang mereka buat dalam Perda maupun Perbup,” jelas Sunaryo, koordinator aksi.

Dirinya mengaku telah berkirim surat kepada Bupati, Ketua DPRD dan Kapolres, namun hingga saat ini belum mendapat respon yang baik. Bahkan kini isu yang berkembang, bahwa ujian perangkat desa kemarin adanya indikasi rekayasa.

“Jika melihat hasil pengumuman, siapa nilai tertinggi pasti dilantik meski tanpa harus mendapat rekomendasi camat. Ini kan akal-akalan cari aman di balik hukum,” jelas Sunaryo, mengaku Ketua PAC PDI Perjuangan Purwoasri.

“Saya ini Ketua PAC PDI Perjuangan, saya hanya butuh transparansi informasi. Jangan kemudian kepala desa dijadikan tumbal, dikatakan Pak Sukadi Kabag Hukum, bahwa kewenangan penuh ditangan kades. Jika ternyata nilainya direkayasa, karena usai ujian tidak segera diumumkan, siapa yang harus bertangungjawab. Yang menunjuk dan bekerjasama dengan pihak ketiga, melalui pemkab,” jelasnya.

Bahkan kini isu berkembang, nama Ketua DPRD disinyalir terlibat langsung dalam rekayasa ujian perangkat desa.

“Anda dapat informasi darimana, jika Ibu Heppy Cahyaning Windu merupakan titipannya Pak Sulkani? Memang isu itu sudah tersebar di warga kami. Namun apa bisa dibuktikan, meski kabarnya juga suaminya bekerja pada salah satu perusahaan miliknya,” jelas salah satu Korlap Aksi Warga Desa Mojosari Kecamatan Kras yang enggan disebutkan namanya.

Terkait mencatut nama Sulkani, tidak lain adik mantan Bupati Kediri Ir. H. Sutrisno, hingga berita ini diturunkan yang bersangkutan belum bisa dikonfirmasi melalui telepon seluler-nya. Bahkan sejumlah staf DPRD meminta maaf tidak berani menyampaikan.

“Maaf mas, saya tidak berani menyampaikan,” jelas salah satu staf dewan saat dikonfirmasi. (nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry