KEDIRI|duta co-” Pethik perdana” digelar Kebun Dhoho Kediri (PT SGN) memasuki musim panen tebu 2026 yang berlangsung pada Kamis, 30 April 2026.

Menariknya, dengan mengedepankan tradisi Jawa Prosesi Pethik Tebu dilakukan di Lingkungan Kebon Tebu Dusun Bakung, Desa Wonorejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri. Bertindak sebagai pemimpin prosesi, merupakan sesepuh wilayah setempat dengan disaksikan Kepala Desa serta General Manager KSO Kebun Dhoho maupun para sinder sinder yang hadir dalam prosesi tersebut.

General Manager KSO Kebun Dhoho, Juni Yanto, mengungkapkan, agenda ini sebetulnya agenda yang sering dilakukan setiap tahunnya.Artinya, melakukan selamatan merupakan rangkaian sebelum tebang untuk di kirim ke pabrik gula. Yang dimulai dari proses tanam sampai dengan kletek dan langsung nanti akan kita terbang kita kirim ke pabrik.

” Insya Allah kita akan mulai tebang nanti di tanggal 12 atau mungkin 13 Yang akan kita kirim pertama kali nanti di pabrik gula Ngadirejo. kita ngirim dari tebu baik dari Kebun Dhoho 1 maupun Dhoho 2 yang kita kirim semuanya ke Ngadirejo sambil menunggu pabrik-pabrik lain nanti buka giling” ucap Juni

Menurutnya, di wilayah Kediri utamanya kebun dhoho ini ada pabrik Ngadirejo, pabrik gula Pesantren Baru, pabrik gula Mrican dan PG Mojopanggung.

” Untuk kapasitas tebang kami rencanakan di angka 1.800 sampai 1.900 ton per hari” urainya

Juni juga menjabarkan, luasan total di kebun dhoho yang akan melakukan pengiriman keempat pabrik gula, rincianya, 3.310 hektar dengan produksi prioritas 80,56 diangka 267 ribu ton.

Tantangannya apa? kata Juni, lantaran pihaknya bekerja di lapangan yang artinya banyak sekali tantangan, entah idari cuaca, lingkungan.

” Masing-masing berbeda-beda di setiap kebun” katanya

Mengacu jumlah pekerja yang terlibat dalam masa tebang, Juni mengutarakan, untuk karyawan berkisar 350-an orang. Kemudian, untuk memulai proses tebang diperkirakan ada tambahan berkisar di angka 1000 orang.

” Sejauh ini untuk mendukung swasembada gula nasional. Manajemen mengelola 5.805,59 hektare lahan di Rayon Dhoho I (Plosoklaten, Kediri) dan Rayon Dhoho II (Kediri, Tulungagung, Blitar) dengan persiapan intensif” tutupnya. (bud)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry