SURABAYA | duta.co – Sejumlah artis, termasuk penyanyi dangdut Nella Kharisma dan Via Vallen, terseret kasus produk kosmetik ilegal. Karena itu para artis ini akan dimintai keterangan soal jasa mempromosikan produk itu di Instagram mereka. Tersangka kasus ini menyebut tarif endorsement para artis antara Rp 10 juta sampai Rp 15 juta per minggu.
“Itu pun pengakuan dari tersangka. Kan kita belum periksa saksi,” kata Kabid Humas Polda Jawa Timur (Jatim) Kombes Frans Barung Mangera kepada wartawan di Surabaya, Jumat (7/12/2018).
Penyanyi Nella Kharisma dan Via Vallen akan diperiksa pada Kamis (13/12) pekan depan. Dari pengakuan tersangka pembuat kosmetik ilegal, ada 6 artis yang mengendorse produknya agar disukai masyarakat dan laris di pasaran. “Kita periksanya hari Rabu dan Kamis, kita layangkan surat,” kata Barung menyebut jadwal pemanggilan para artis.
Pemanggilan para saksi ini terkait penyidikan satu tersangka berinsial KIL pembuat kosmetik ilegal merek Derma Skin Care (DSC). Kosmetik ini disebut memiliki banyak pelanggan yang omzetnya mencapai Rp 300 juta/bulan.
Direskrimsus Polda Jatim Kombes Ahmad Yusep Gunawan sebelumyna mengatakan, tersangka memproduksi kosmetik di rumahnya di Kediri. Merk DSC juga tidak terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Produk ini kemudian dipromosikan salah satunya dengan menggunakan jasa artis.
“Artis-artis ini tidak tahu kalau produk yang mereka endorse itu ilegal,” ujar Kombes Ahmad Yusep saat rrilis di Mapolda Jatim, Surabaya, Selasa (4/12).
Endorsement atau mempromosikan produk lewat medsos sekarang ini dianggap wajar di dunia media sosial. Beberapa selebritis Indonesia bahkan menggunakan endorsement sebagai pekerjaan sampingan mereka.
Pasalnya dengan memiliki followers banyak dan tingkat kepopuleran yang tinggi, maka akan semakin mahal pula tarif endorse yang dapat mereka banderol. Namun, akan menjadi masalah bilamana produk atau jasa yang mereka terima endorse-nya sedang bermasalah. Mau tak mau, artis yang bersangkutan jadi harus memberikan klarifikasi terkait perjanjian kerja mereka. Sebelum Nella dan Via Vallen juga dialami penyanyi cetar, Syahrini.
Penyanyi tersebut harus datang dua kali ke polisi guna memberikan keterangan terkait kasus First Travel. Syahrini dikait-kaitkan ikut memakan uang jamaah yang kena tipu First Travel, karena beberapa waktu lalu dirinya pernah beberapa kali mengunggah foto dengan First Travel saat umrah bersama keluarga.
Hal ini kemudian dengan cepat diluruskan Syahrini di hadapan para awak media setelah di periksa di Bareskrim. Syahrini mengaku hanya mendapat potongan saat dirinya dan keluarga umrah.
Selain itu Syahrini sekalian pamer tarif endorse-nya jika ada sangat ingin tahu. “Posting di instagram itu, setahu aku dari manajemen, satu kali. Syahrini posting itu Rp 100 juta,” ujar Syahrini di Kantor Bareskrim, Gedung KKP, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (9/10).
Harganya akan berubah menjadi lebih fantastis ketika sebuah produk memintanya untuk menjadi ikon produk tersebut untuk mempromosikannya ke masyarakat. “Kalau ikon setahu aku dari manajemen itu Rp 1 miliar,” katanya. * tbn/det

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.