Syifa menempel dalam dekapan Novita Hardiny di sela pembukaan toko roti Surabaya Maula, Sabtu (8/12). DUTA/endang

SIAPA tak kenal  Novita Hardiny. Dialah istri Wakil Bupati Trenggalek Muhammad Nur Arifin. Tidak hanya parasnya yang menawan tapi hatinya juga rupawan.

Totalitas sebagai ibu pejabat Trenggalek tidak perlu diragukan lagi. Memajukan Trenggalek dari sisi yang lain dilakukannya. Salah satunya dengan membuka toko kue di Surabaya bernama Surabaya Maula.

Ada yang menarik di sela pembukaan toko kue di kawasan Tenggilis itu Sabtu (8/13). Saat itu acara belum dimulai. Novita Hardiny tiba-tiba menghampiri dua orang ibu berkerudung yang baru saja datang ke lokasi acara.

Salah satu ibu yang diketahui bernama Imroatin menggendong seorang anak laki-laki bertubuh mungil. Anak itu bernama Muhammad Ikhwatul Syifa. Usianya ternyata 10 tahun tapi sejak bayi mengalami kelainan akibat cacat bawaan.

Novita tanpa jarak menyalami Imroatin yang datang bersama ibunya atau nenek dari Syifa, Musrini. Dia pun langsung cipika cipiki.

Dan sekejap Novita mencium pipi Syifa dan mengelus kepalanya. Syifa nampaknya merasakan kasih sayang Novita.

Dia mengulurkan tangannya pertanda ingin digendong Novita. “Eh mau gendong ya. Sini,” kata Novita. Syifa pun langsung nempel dipelukan ibu tiga anak itu.

Novita menggendong Syifa sambil menyambut para tamu.Bahkan saat diwawancara beberapa media, Syifa masih dalam gendongannya.

Sampai akhirnya Syifa bergerak-getak karena kelamaan diajak  berdiri.”Sebentar Syifa lagi bete. Bosan kayaknya. Saya kasihkan dulu ke ibunya,” ujar Novita.

Syifa dan keluarganya memang sengaja diundang ke Surabaya oleh Novita. Syifa akan menerima bantuan secara simbolis yang diberikan Novita dari hasil keuntungan bisnis toko rotinya itu.

“Sudah diniatkan 10 persen dari keuntungan toko kue ini untuk anak berkebutuhan khusus dan kurang gizi di Trenggalek,” ungkapnya.

Sebagai ibu pejabat daerah apalagi juga memiliki tiga anak, Novita menyadari perasaan seorang ibu memiliki anak ABK.

“Tentu tidak mengenakkan. Mungkin donasi ini tidak seberapa tapi saya yakin ini akan berarti buat mereka. Semoga di tahun ke depan kesejahteraan mereka meningkat,” tandasnya.

Novita memang menyerahkan segalanya untuk mengabdi pada masyarakat Trenggalek.

Tak hanya itu dia bahkan akan membawa Trenggalek lebih dikenal masyarakat di seluruh Indonesia. Awalnya untuk di daerah Surabaya.

Untuk toko kuenya ini, Novita menggunakan bahan-bahan utama dari Trenggalek, yakni ubi dan cokelat.

Novita Hardiny memperkenalkan roti-roti buatannya. DUTA/endang

Juga mempekerjakan tujuh pegawai dari Trenggalek yang sebelumnya sudah dilatih membuat kue dan melayani konsumen.Selain juga Novita mempekerjaan teman-temannya yang single parent.

“Saya ingin ada sentuhan lain dalam memimpin. Tidak hanya menyuruh ini itu tapi memberi contoh yang baik,” tandasnya.

Menggali potensi Trenggalek untuk diusung ke Surabaya bukan tanpa tujuan. Ini dilakukannya agar Trenggalek lebih dikenal masyarakat luas.

 “Kalau membuat toko oleh-oleh di Trenggalek saya belum terpikir. Biarlah di sana itu menjadi hal masyarakat untuk melakukannya.

Karena di sana saya membina para usaha kecil untuk bisa berkembang dan maju. Saya akan membawanama Trenggalek di luarTrenggalek,” tuturnnya.

Ubi dan cokelat Trenggalek ini dibuat kue kekinian dengan berbagai macam varian. Ada kue manis, pie dan banyak jenis lainnya.

“Supaya ada sentuhan kekiniannya. Saya berharap masyarakat Surabaya menjadi suka. Kalau beli di sini bisa sambil beramal,” tandasnya. end

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.