
SIDOARJO | duta.co – SMA Progresif Bumi Shalawat menggelar Progresif Science Innovations & Exhibition 7.0, Sabtu (24/5/2025) dan Minggu (25/5/2025).
Kegiatan ini menampilkan 30 finalis lomba karya dan penelitian siswa SMP dan SMA dari enam kota di Indonesia. Para finalis ini terpilih hadir dan menampilkan karyanya secara offline dari 360 karya yang dikirimkan dari seluruh Indonesia.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, ajang ke-7 ini tidak hanya menampilkan peserta dari SMA Progresif tapi dari sekolah lain di seluruh Indonesia.
Kepala SMA Progresif Bumi Shalawat, Mochamad Misbachul Munir Ardy, SPd.,M.Mat.,Gr mengatakan kegiatan ini untuk mengajak semua sekolah untuk berkembang bersama dan menjadi tempat bagi para peneliti muda Indonesia sebagai generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.
“Kami buka kompetisi bagi peneliti muda ini dan finalis kami ajak pamerkan karya mereka ke sini. Dan mereka itu bukan sekadar bisa pamer karya tapi juga belajar bersama. Nantinya mereka pulang dengan membawa ilmu,” katanya.
Panitia menerima 360 proposal karya yang dikirimkan secara online, dan memilih 30 terbaik. “Tahun depan semoga semakin banyak sekolah yang ikut serta. Kami ingin berdampak bagi yang lain,” tukasnya.
Kegiatan ini melibatkan tim dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (NRIN) serta lembaga riset Leave a Nest Malaysia.
Perwakilan ITS.. Dr Ir Arif Abdurahman mengapresiasi kegiatan ini. Dikatakannya, ini memberikan contoh nyata untuk investasi sumber daya manusia (DSM) jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045..
“Bonus demografi itu disebut bonus jika SDM-nya memiliki pengetahuan, skill dan attitute. Attitute ini yang paling penting di tengah banyaknya distorsi informasi, budaya-budaya non timur,” jelasnya.
Dikatakan Arif, ITS sangat bangga, Ponpes Bumi Shalawat memiliki karakter progresif yang luaar biasa.
“Saya lihat inovasi ada beberapa yang mengarah pada energi baru terbarukan (EBT). Siswa sudah mampu mengelaborasi potensi di Indonesia yakni pangan, energi dan air. Sekarang eranya bukan lagi ketahanan tapi kedaulatan baik itiu pangan, energi dan air. Siswa harus mampu melakukan dan mampu memiliki riset hingga hilirisasi dan produksi di bidang itu. Lanjutkan, ini kontribusi awal karya Anda ke depan,” tuturnya.
Sementara itu Ezral Ghazali, PhD dari Leave a Nest Malaysia menambahkan dengan kegiatan ini, para peneliti muda ini bisa bertemu dan saling berkomunikasi satu sama lain. Yang nantinya bisa berkolaborasi untuk penelitian lebih lanjut. “Kolaborasi dan komunikasi itu paling penting dari sebuah karya inovasi,” tandasnya.
Obat Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2
Tim Dwiaksara yang beranggotakan Arum Awaludini ,Rayya Attamam dan Aulia Callysta dari SMA Progresif membuat penelitian yang diberi nama ZIF-8, Enkapsulasi Glukosa Oksidase .
Dikatakan Arum, penelitiannya ini tentang obat slow realese untuk diabetes melitus tipe 2. Obat ini berbentuk bubuk atau nano partikel. Ketika obat ini dimasukkan ke dalam tubuh dia nggak langsung merespons. Berbeda dengan injeksi insulin yang biasa digunakan penderita yang enzimnya langsung menyebar ke seluruh tubuh sehingga bisa menyebabkan hipoglikemi atau hiperglikemi.
“Kalau obat kita ini masih terenkapsulasi atau masih dibungkus yang nantinya akan merespon jika tubuh kelebihan glukosa,” kata Arum.
Penelitian sudah berhasil dilakukan pada hewan coba atau mencit. Ke depan akan dilakukan uji klinis pada manusia. ril/lis