URBAN FARMING: Walikota mojokerto bersama  kepala diknas meninjau urban farming. Duta.co/arif

MOJOKERTO | duta.co -Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Mojokerto merintis usaha pertanian bermutu tinggi dengan mengenalkan program urban farming ke sekolah-sekolah. Menindaklanjuti program yang sudah berjalan itu, bersama Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari, meninjau langsung program urban farming itu di SMPN 1 Kota Mojokerto, Senin, (1/4).

Petinggi pemkot tersebut mengecek progres ribuan benih bantuan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) tersebut. Dari pantauan di lokasi, Ning Ita sapaan akrab Walikota melakukan sidak ke SMPN 1 Kota Mojokerto didampingi Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik), Amin Wachid. Setiba di lokasi, Walikota mengecek ribuan benih buah yang ditanam di taman sekolah.

“Untuk kedepannya nanti tidak hanya bunga, karena kalau bunga kan hanya dilihat keindahannya saja. Tetapi kalau sayur, selain sedap dipandang juga ada manfaat lain yang bisa dipelajari siswa yakni cara bertanam yang baik dan benar. Sehingga ada nilai ekonomi yang bisa dihasilkan meski rupiahnya belum besar,” ujarnya.

Ning ita menyebut, gagasan program ini dicanangkan mulai awal 2019 dengan dipandu tenaga ahli yang berpengalaman. Program ini menyasar sekolah dasar (SD) hingga sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP) di Kota Mojokerto.

“Semangat dari program ini adalah penghijaun kota. Kita ingin kota ini menjadi indah, rindang dan teduh dengan ribuan taman kota. Untuk tahun ini, mungkin kalau saya harus menyulap taman-taman belum ada di perencanaan anggaran. Tapi untuk anggaran kedepan akan kita masukkan,” janjinya.

Ning Ita juga menjelaskan, bahwa saat dirinya berkunjung ke Pemkot Surabaya selama dua hari, melihat gedung di setiap lantainya ada urban farmingnya.

“Jadi ketika pegawai mungkin jenuh menghadapi kertas-kertas, komputer dan laptop-laptop, bisa keluar ke teras bersantai, melihat tanaman sayur yang segar, sehingga pikiran bisa fresh,” jelasnya.

Ning Ita meyebut, program yang dicanangkannya saat ini ternyata sama dengan apa yang dilihat hasilnya di Surabaya kemarin. “Tapi di Pemkot Surabaya sudah tertata ya. Jadi, kedepan kita ingin menadopsi program itu,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Mojokerto merintis usaha pertanian bermutu tinggi dengan mengenalkan sejumlah program pertanian, yang selama ini terkesan dipandang sebelah mata.

Kadispendik Kota Mojokerto, Amin Wachid, S.Sos, Msi mengatakan, urban farming, atau migrasi ke pertanian ini sengaja dikenalkan kepada anak didik agar mereka mengenal dunia pertanian.ari

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.