
SIDOARJO | duta.co – Mendukung pengembangan desa berbasis digital, Universitas Negeri Surabaya (UNESA) melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) melaksanakan kegiatan Pendampingan FGD dan Peningkatan Literasi Digital di Desa Tambak Cemandi, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, pada 26–27 April 2025.
Program ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Desa di Jawa Timur lebih adaptif terhadap teknologi, khususnya dalam pengelolaan potensi wisata dan branding digital.
Literasi Digital sebagai Strategi Pemasaran Wisata Desa
Desa Tambak Cemandi dikenal memiliki potensi wisata pesisir dan tambak yang belum tergarap optimal. Minimnya promosi dan rendahnya literasi digital menjadi tantangan utama dalam menjangkau pasar wisatawan. Merespons hal ini, tim dari Prodi Ilmu Komunikasi UNESA hadir untuk memberikan pengenalan dan pendampingan kepada masyarakat desa.
Kegiatan dibuka dengan Focus Group Discussion (FGD) untuk mengenal dan memetakan tentang literasi digital dalam pengelolaan media digital. Selanjutnya, peningkatan difokuskan pada pengenalan dan pembuatan konten visual dan naratif, pengelolaan media sosial, serta pemanfaatan website resmi desa.
“Literasi digital bukan hanya soal mengenal teknologi, tapi juga soal bagaimana masyarakat dapat bercerita tentang desanya melalui media,” ujar Dr. Dwi Prasetyo, dosen Komunikasi Perubahan Sosial UNESA sekaligus penanggung jawab kegiatan.
Kolaborasi Akademisi dan Warga Desa
Kegiatan ini melibatkan Kepala Desa Tambak Cemandi, Khoirudin, serta perangkat desa dan perwakilan warga yang antusias mengikuti pelatihan. Mereka mendapatkan pengenalan pengetahuan praktis tentang teknik fotografi, pembuatan video promosi, hingga berbagai potensi dari media sosial.
“Harapan kami, warga dapat membuat konten secara mandiri, dan mengenalkan potensi alam dan budaya lokal Tambak Cemandi ke publik yang lebih luas,” tambah Dwi.
Program ini turut menghadirkan tim dosen lintas bidang keahlian seperti komunikasi publik, komunikasi pendidikan, dan komunikasi kebencanaan untuk memperkuat aspek strategis dari pendampingan.
Menuju Desa Wisata Digital yang Mandiri
Peningkatan literasi digital di Desa Tambak Cemandi diharapkan dapat menjadi model bagi desa-desa lain yang memiliki potensi wisata. Program ini tidak hanya menargetkan keberadaan media digital, tetapi juga membangun kapasitas masyarakat dalam merancang dan mengelola narasi desa yang menarik dan otentik.
Selain pelatihan, kegiatan ini juga menghasilkan output konkret berupa pengelolaan website resmi desa dan konten-konten promosi wisata yang akan disebarluaskan melalui platform seperti Instagram, TikTok, dan YouTube.
Dalam jangka panjang, kegiatan ini diharapkan berdampak pada pertumbuhan ekonomi desa melalui peningkatan kunjungan wisatawan serta tumbuhnya usaha-usaha lokal berbasis pariwisata. Imm







































