
PASURUAN | duta.co – Langkah nyata menuju pendidikan berkelanjutan kembali diwujudkan melalui peluncuran Program Sekolah Lestari yang diinisiasi Yayasan Blue SEED Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Program tersebut resmi diperkenalkan dalam acara Kickoff yang berlangsung pada Selasa (19/05) di SDN Purwosari 3, Kabupaten Pasuruan, dengan melibatkan SDN Purwosari 2 dan SDN Purwosari 3 sebagai penerima manfaat utama.
Program Sekolah Lestari menjadi bentuk kolaborasi lintas negara yang mempertemukan Yayasan Blue SEED Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Pasuruan dengan dukungan penuh dari Chorogusan for Children dan KT&G Social Welfare Foundation asal Korea Selatan. Kehadiran berbagai pihak dalam program ini menegaskan komitmen bersama untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga ramah lingkungan dan berkelanjutan bagi generasi masa depan Indonesia.
Sebelumnya, Yayasan Blue SEED Indonesia telah lebih dahulu menunjukkan kontribusinya melalui Program Sekolah Pesisir di Trenggalek pada tahun 2025. Program tersebut menjadi langkah awal dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di wilayah pesisir. Kini, melalui Program Sekolah Lestari, semangat kolaborasi itu diperluas untuk menghadirkan dampak yang lebih luas bagi dunia pendidikan dan masyarakat sekitar.
Suasana kickoff berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Kegiatan diawali dengan penyambutan tamu undangan, penampilan seni tradisional dari siswa-siswi, laporan panitia, hingga sambutan dari Direktur Yayasan Blue SEED Indonesia. Momen penting ditandai dengan pembukaan resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, yang diwakili Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan, Iswahyuni, M.Pd. yang dilanjutkan dengan prosesi peletakan batu pertama sebagai simbol dimulainya revitalisasi sekolah.
Berbeda dengan bantuan pendidikan pada umumnya, Program Sekolah Lestari tidak berorientasi pada bantuan tunai. Dukungan diwujudkan melalui revitalisasi fasilitas sekolah, peningkatan kapasitas guru dan siswa, pendampingan berkelanjutan, monitoring, serta bantuan teknis yang terintegrasi. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan perubahan yang menyeluruh, mulai dari peningkatan sarana fisik hingga tumbuhnya budaya belajar yang lebih sehat, aman, hijau, dan nyaman.
Direktur Yayasan Blue SEED Indonesia, Agus Jaenudin, menjelaskan bahwa Program Sekolah Lestari dirancang sebagai upaya terpadu dalam memperkuat kualitas pendidikan dasar melalui lingkungan belajar yang lebih baik dan praktik pendidikan yang berwawasan lingkungan.
“Sekolah Lestari tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada perubahan perilaku, penguatan kapasitas guru, serta tumbuhnya kepedulian siswa terhadap lingkungan. Kami berharap program ini dapat menjadi contoh praktik baik kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan mitra internasional dalam mendukung pendidikan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui program ini, diharapkan lahir manfaat jangka panjang bagi peserta didik, guru, maupun masyarakat sekitar melalui terciptanya lingkungan sekolah yang lebih layak, nyaman, sehat, dan mampu mendukung proses pembelajaran berkelanjutan. Program Sekolah Lestari sekaligus menjadi simbol optimisme baru dalam membangun generasi muda yang peduli lingkungan, adaptif, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (imm)






































