ROTI : Pembukaan bimtek wira usaha pengolahan roti di Ponpes Wali Barokah (Ahmad Mafruchi/duta.co)

KEDIRI|duta.co – Bertempat di Ponpes Wali Barokah, Jl. Hos Cokroaminoto Kota Kediri Kediri, digelar acara Bimbingan Teknis Wira Usaha IKM Pengolahan Roti, bekerjasama dengan Kementerian Perindustrian RI, Kamis (5/9).

Hadir dalam acara ini, Dirjen Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Gati Wibawaningsih, Kepala Disperindag Kota Kediri Hj. Yetti Sisworini serta Ketua Ponpes Wali Barokah, H. Sunarto.

Demi menyukseskan program Santri Planner telah digagas sejak Tahun 2013 telah menggandeng sebanyak 35 pondok pesantren se-Indonesia. Terus berkembang dan ditargetkan 41.

“Kehadiran kami memberikan bimtek pelatihan wirausaha, masih ada 5 pondok pesantren berada di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Total keseluruhan harus mencapai 41 pondok pesantren,” ungkap Gati Wibawaningsih dihadapan undangan yang hadir.

Atas program ini, mendapatkan sambutan positif dari H. Sunarto, sesuai petunjuk bimtek menyiapkan 20 orang peserta, diambilkan dari unsur guru, pengurus dan perwakilan santri. Bagai gayung bersambut, kegiatan ini selaras program Ponpes Wali Barokah mewujudkan Program Tri Sukses.

“Kegiatan ini selaras dengan program kami yaitu Tri Sukses. Pembinaan generasi penerus yang erdas secara intelektual, memiliki kefahaman agama yang kuat, berakhlaqul karimah dan mandiri,” terang Sunarto.

Ditambahkannya, entingnya kemandirian, baik dalam bersikap, bertindak maupun dalam menata kehidupan masa depannya kita tanamkan sejak usia dini, sehingga pada waktunya nanti mereka bisa hidup mandiri tidak menggantungkan pada orang tua maupun orang lain.

Santri Planner Sinergi Tri Sukses

ROTI : Pembukaan bimtek wira usaha pengolahan roti di Ponpes Wali Barokah (Ahmad Mafruchi/duta.co)

Bila kemudian didukung pemanfaatan bisnis online, kemudian digelarnya bazaar remaja secara berkala sebagai sarana promosi dan memperluas jaringan pemasaran. Diharapkan keberadaan Ponpes Wali Barokah mampu mendukung program pemerintah melalui kewirausahaan.

Diterangkan Dirjen IKMA Kemenperin RI, kegiatan ini salah satu cara untuk meningkatkan jumlah wirausaha baru melalui program Santri Planner yaitu santri berindustri dan santri berkreasi.

“Kalau santri berindustri itu mampu memproduksi satu prodak. Sedangkan santri berkreasi, yang diproduksi itu adalah produk sebagai animator agar santri menjadi kreator,” ungkap Gati Wibawaningsih.

Demi menyukseskan program ini, wujud kerjasama akan diserahkan bantuan peralatan dan mesin setelah selesai pelaksanaan bimtek. Disampaikan Kepala Disperindag Kota Kediri, acara bimtek ini akan berakhir besok.

“Seiring usai bimtek, akan diserahkan bantuan hibat peralatan dan mesin pengolahan roti. Bentuk sinergi pemerintah kota dengan pihak ponpes didukung Kementerian Perindustrian ini, mampu bermanfaat dan menggembangkan wira usaha baru,” jelasnya. (rci/nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry