SURABAYA I duta.co – Pasangan calon (paslon) Eri Cahyadi-Armuji mendapat sorotan tajam. Penyebabnya adalah,
paslon nomor 1 itu diduga menjiplak program paslon nomor urut 2 Machfud Arifin-Mujiaman.

Tagline Melanjutkan Kebaikan rupanya tak cukup membuat minat masyarakat tertarik untuk mendukung. Eri-Armuji mulai menebar program janji dengan memberikan setiap RT Rp 175 juta per tahun. Namun, hal ini cukup aneh. Karena baru muncul pada Sabtu (14/11), atau satu bulan jelang pencoblosan tanggal 9 Desember nanti.

Selain itu, program ini mirip dengan paslon lain nomor urut 2, Machfud Arifin-Mujiaman (MAJU). Karena sejak beberapa bulan lalu, pasangan MAJU sudah menawarkan program Rp 150 juta setiap RT di Surabaya per tahun. Sehingga dari sini diduga program dari paslon nomor urut 1 Eri Cahyadi dan Armuji diduga menjiplak atau plagiasi. Hanya saja nominalnya yang dilebihkan sedikit Rp 25 juta.

Pengamat Politik Universitas Airlangga Prof. Dr. Kacung Marijan melihat program Machfud Arifin sebagai program distributif yang sangat dibutuhkan masyarakat Surabaya. “Program Pak Machfud itu banyak yang distributif, sehingga banyak menarik perhatian masyarakat. Sementara program Pak Eri Cahyadi hanya melanjutkan saja dari program Bu Risma,” ujarnya.

Karena program Machfud Arifin banyak yang menarik perhatian masyarakat, maka ada rasa kekhawatiran dari paslon Eri Cahyadi-Armuji. “Maka istilahnya: ‘wah gawat ini’. Ya mau tidak mau akhirnya dia (Eri Cahyadi) membuat program yang distributif juga seperti Pak Machfud. Ya nanti Pak Machfud kan bisa mengatakan: Lha ini kan program niru. Tapi itu nanti urusannya Pak Machfud,” kata Prof Kacung.

Terpisah, menanggapi adanya program dadakan dari Paslon Erji ini pengamat politik dari Universitas Surabaya (Unesa) Agus Mahfud Fauzi menyampaikan jika biasanya visi dan misi program sudah disampaikan pada saat debat. Ketika dalam pertengahan membuat hal yang baru itu sifatnya penjelasan. Bukan menjadi dasar visi dan misinya.

Jika itu sesuatu yang baru, Agus melemparkan kritik bahwa yang bersangkutan belum punya rancangan terkait dengan visi dan misi ke depan dengan matang. “Jika tak dimasukkan dalam program visi dan misi, maka relatif sulit dipertanggung jawabkan. Sehingga ketika terpilih, rakyat menagih relatif sulit,” jelasnya

Soal anggaran RT sebesar Rp 175 juta per tahun, Eri maupun Armuji sampai saat ini belum menyatakan sama sekali. Karena memang program itu belum sekalipun mereka sebut sebelumnya. Namun, poster soal itu sudah diunggah dalam akun Instagram tim suksesnya Fuad Bernardi. Fuad sendiri belum memberikan penjelasan, ketika dikonfirmasi belum ada respon. (zi)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry