SURABAYA | duta.co – Guna menarik minat generasi muda, Radio Menara 3 AM 864 Khz membuat program khusus di bulan Ramadan. Radio yang beralamat di Jl Simolawang IV No 1 Simokerto, Surabaya ini, membuat program berupa pengajian setelah subuh, suri tauladan, pengajian menjelang berbuka, serta tadarus anak-anak muda.

Chaerul Anwar, Direktur Radio Menara 3 mengatakan, beberapa program tersebut digabung dengan kegiatan Masjid Al Abror dan dibuat sendiri sebagai bentuk sinergitas antara kedua pengurus.

“Program Ramadan ini semua kegiatan di Masjid Al Abror kita live. Teman-teman radio terlibat langsung ke masjid, tapi ada beberapa program juga yang kita create sendiri”, ujarnya kepada wartawan duta.co, Minggu, (12/5/19).

Pengajian setelah subuh, merupakan program yang bisa dinikmati pendengar setiap hari setelah salat subuh, sampai 06.00 WIB. Program yang gabung dengan kegiatan masjid ini sejatinya bisa didengarkan kembali pukul 10.00 WIB.

“Kita memberikan kesempatan bagi yang belum sempat mengikutinya setelah subuh. Ini juga atas permintaan mujtami’ kita,” ucap Chaerul Anwar.

Setelah duhur, radio ini juga memiliki program Suri Tauladan, yang mena ameliputi belajar akhlak, serta kisah orang terdahulu dalam sejarah Islam.

Seperti radio lainnya, menjelang berbuka puasa, radio ini juga mempunyai program seperti pengajian menjelang berbuka, yang bergabung dengan masjid, dimulai pukul 16.30-17.15 WIB.

Generasi Muda, Pilar Masyarakat

Chaerul Anwar menjelaskan, pihaknya juga memiliki  program tadarus anak-anak muda yang mendatangkan guru untuk menyimak, dan melatih anak muda terutama generasi milenial supaya bacaannya benar.

“Tadarus dimulai setelah sholat tarawih sampai pukul 22.30 WIB. Kita mendatangkan guru yang membuat anak muda nyaman ketika mengaji, dan supaya tidak bosan. Karena mereka (generasi muda) juga adalah pilar masyarakat,” imbuhnya.

Selain itu, Radio Menara 3 juga sering melakukan outside broadcast (siaran diluar studio), seperti pada program Uri-Uri, yaitu program maiyahan bareng Cak Nun di sekitar Jawa Timur.

“Yang pasti, setiap ada Cak Nun, pasti kita live streaming. Paling jauh ke Magetan. Pengajian-pengajian kita diluar juga di live streamingkan, membidik keilmuannya untuk kita ikuti, KH Miftahul Ahyar, salah satunya,” tutur Chaerul.

Radio Menara 3 ini juga berencana akan menggelar peringatan Nuzulul Qur’an dengan menjadikan Prof Dr KH Ali Maschan Moesa M Si, Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim, sebagai narasumber.

“Ketika yang lain di malam ke 17 atau 18, kegiatan peringatan nuzulul Qur’an disini dipatenkan di malam ke 21 Ramadan. Dengan beberapa rangkaian acara yang mengundang seluruh lapisan masyarakat untuk ikut langsung bergabung bersama kami di Masjid Al Abror,” tutupnya. (fzi)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.