
SURABAYA | duta.co – Imam Besar masjid Istiqlal Jakarta, Prof Dr Nasaruddin Umar hadir dalam peringatan Ira’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang digelar Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) secara daring, Selasa (15/3/2022).
Peringatan yang diikuti ratusan sivitas akademika Unusa itu, Prof Nasaruddin berbicara tentang Isra’ Mi’raj yang tidak lepas dari sosok atau figur Muhammad SAW yang menjemput perintah sholat lima waktu yang juga merupakan tiket untuk kembali ke langit (surga).
Info Lebih Lengkap Buka Website Resmi Resmi Unusa
“Rosullah sosok luar biasa. Beliau ‘melangit’ untuk membumikan Alquran. Nabi saat itu di mana dalam kondisi yang tertekan, melakukan perjalanan Isro’ Mi’raj masih ingat akan umatnya. Kalau saya jadi nabi, buat apa saya turun lagi ke bumi, toh sudah enak tinggal di surga. Namun nabi tidak ingin menikmati semua kenikmatan surga sendiri. Belian ingin mengajak seluruh umatnya menikmatinya. Makanya beliau turun lagi ke bumi membawa perintah sholat,” jelas Prof Nasaruddin.
Sholat adalah kunci surga. Prof Nasaruddin menegaskan ada simbol untuk membumikan untuk melangitkan. Hawa adalah simbol. Ia melangitkan dan membumikan manusia. Dikatakan Prof Nasaruddin, gara-gara hawa tergoda iblis, maka seluruh anak manusia jatuh ke bumi.
“Kita jangan membenci perempuan, gara-gara perempuan kita meninggalkan surga dan jatuh ke bumi penderitaan. Kita sebagai orang NU (Nahdlatul Ulama) tidak perlu mengutuk Hawa, justru kita harus berterima kasih pada Hawa karena dialah kita merada di bumi ini sekarang. Hikmah paling besar Adam dan Hawa turun ke bumi adalah lahirnya kita semua di bumi ini,” tandasnya.
Rektor Unusa, Prof Dr Ir Achmad Jazidie, MEng dalam kesempatan yang sama mengatakan spirit Isra’ Mi’raj diharapkan bisa membangkitkan nilai-nilai keagamaan yang universal. “Mudah-mudahan Alloh SWT senantiasa meridhoi kita semua,” tukasnya. ril/end








































