SURABAYA | duta.co – Israel? Tidak dihitung sama Iran. Ia hanya menjadi target alternatif. Israel harus lenyap dari peta dunia. Kemudian Iran akan melumpuhkan militer Amerika Serikat. Ia yakin senjata internalnya mampu mengemban tugas itu. Sebab, ada senjata super canggih yang tidak bakal terdeteksi AS. Kalau senjata internal masih kewalahan, baru senjata Rusia atau Korea Utara yang dimainkan.

Semengat Iran, Rusia, China dan Korut untuk mengakhiri dominasi AS begitu kuat. Itulah sebabnya, negara-negara Teluk (Timur Tengah) mulai ragu bersama AS. Apalagi militernya pelan-pelan meninggalkan mereka. Prof Jiang Xueqin dalam konten YouTube-nya kembali membahas perang antara Amerika Serikat (AS) berperang dengan Iran. Dia memprediksi AS bakal kalah.

Mengapa? “Jadi, seperti yang Anda ketahui, Perang Dunia III telah dimulai. AS dan Israel telah mulai menyerang Iran dan kita sekarang berada di hari keempat perang ini,” ungkap pendidik sekaligus penulis tersebut, dikutip banyak media termasuk detikEdu dan duta.co, Kamis (5/3/26).

“Dan kita dapat memperkirakan perang ini akan berlangsung selama berminggu-minggu, mungkin juga selama bertahun-tahun. Tapi saya bisa meyakinkan Anda setelah perang ini berakhir, dunia tidak akan pernah sama lagi,” kata Prof Jiang dalam video terbarunya yang juga diunggah akun TikTok @lucho pablo.

Ada juga unggahan video pendek. Isinya pengakuan: Iran, please stop ….we loose, u win. Prof Jiang mengatakan AS tidak siap dengan perang abad 21. Ia mengatakan, AS menggunakan strategi “shock and all” yang dianalogikan sebagai memenggal kepala musuh, kemudian tubuhnya akan jatuh.

Namun Iran, menurut Prof Jiang, melihat hal ini sebagai perang agama. Maka dari itu Iran mengumumkan perang penuh. Perang akan berlanjut meski pimpinan Iran sudah meninggal. “Jadi Anda memenggal kepalanya, itu tidak mengubah apa pun,” ujarnya.

“Tapi sayangnya Israel dan Amerika menggunakan ini sebagai doktrin militer. Doktrin militer hanya berarti bagaimana Anda merancang militer Anda untuk tujuan apa,” lanjut Prof Jiang.

Menurut Prof Jiang, tentara AS tidak disertai doktrin. “Jadi meskipun Amerika tampak seperti tentara yang tak terkalahkan, mereka tidak dilengkapi untuk berperang dalam perang abad ke-21 melawan drone, melawan fanatik agama,” kata sosok yang juga aktif di berbagai media luar negeri itu.

Adanya perang juga akan menutup Selat Hormuz. Dampaknya, ekonomi global akan tercekik dan Amerika runtuh. “Jadi Selat Hormuz adalah kunci dan Iran menutupnya untuk mencekik ekonomi global dan oleh sebab itu meruntuhkan kerajaan AS,” kata Prof Jiang.

Tiga prediksi Prof Jiang. Yang dua sudah jadi kenyataan. Pertama, dia memprediksi kemenangan Trump dalam Pilpres AS. Kedua, dia memprediksi AS atau Trump bernafsu untuk memerangi Iran karena kecintaannya kepada Israel. Dan ketiga, AS akan kalah. “Mengapa? Saya setuju dengan prediksi Prof Jiang, dia saya masuk akal,” demikian akun @ lucho pablo.

Soal modernisasi senjata, AS sudah tertinggal jauh. Pertama, Iran sudah mempersiapkan senjatanya dari 20 tahun lalu. Iran memiliki syahada drone, dia juga punya shahid drone.Ini tidak terdeksi oleh negara mana pun. Ini bisa disaksikan dalam perang Ukraina. “Drone ini mudah dibikin oleh Iran. Dia Iran bisa membuat 500 unit perhari. Dengan biaya yang sanat murah. Dia bisa produksi besa-besaran,” katanya.

Hebatnya, drone baru Iran ini tidak terlalu besar. Mudah dimobilisasi, bahkan bisa disembunyikan di tempat-tempat tertentu. “Bayangkan dengan senjata pamungkas AS, satu senjata  bisa puluhan miliar. Sudah begitu tidak mudah diproduksi. Bayangkan, kalau satu-satu dengan Iran, berapa duit AS yan terkuras,” katanya dengan menyebut Iran akan mudah mendeteksi senjata AS.(net)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry