KREASI SEPATU : Tiga mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang menunjukan kreasi sepatu yang diminati sampai mancangara (duta.co/dedik ahmad)

MALANG | duta.co -Beragam jenis alas kaki diperuntukan berdasarkan situasi dan kondisi yang dihadapi. Hal tersebut memungkinkan kebanyakan wanita untuk memiliki beberapa jenis alas kaki. Jika dihadapkan pada situasi yang berbeda dengan selang waktu yang berdekatan, akan merepotkan penggunannya untuk membawa banyak alas kaki.
Berangkat dari hal itulah tiga sekawan dari program studi Manajemen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Syahmi Kafin Fahreza, Dita Fomara Tuasikal, dan Muhammad Fitrah Ashary Bangun, membuat produk Setiawan Mungil (Sepatu Batik Four in One Multifungsi) untuk diikut sertakan dalam Program Kreativitas Mahasiswa – Kewirausahaan (PKM-K) Ristekdikti Tahun 2019.
“Ide itu muncul ketika ada keluhan dari konsumen wanita, yang jika berpergian selalu membawa banyak macam sepatu dan sandal. Ya kenapa tidak kita coba untuk membantu memberi solusi all in one,” ungkap Syahmi yang juga seorang wirausahaan sepatu.
Selain memiliki keunggulan dalam menjalankan empat bentuk dan fungsi sebagai sneaker, wedje, boot dan juga sandal, sepatu ini juga menggunakan pesona batik untuk menyasar pasar internasional. Untuk memastikan hal itu, mereka melakukan survey ke mancanegara dan mendapatkan hasil yang positif.
Menariknya, saat melakukan survey, seorang pemuda asal Jepang menawarkan diri untuk menjadi reseller sepatu tersebut dan akan dibayar dengan harga yang lebih mahal. Sebelumnya produk mereka dibandrol dengan harga Rp. 700.000.
“Mereka berani menjual dengan harga Rp 1.500.000 di Jepang. Negara Jepang memang sangat minat terhadap produk-produk inovasi, terlebih produk Setiawan Mungil ini sendiri menyentuh unsur kebudayaan Indonesia,” ungkap Fitrah.
Tidak hanya dibuktikan melalui survey saja, produk mereka juga beberapa kali diikut sertakan dalam perlombaan. Penghargaan yang pernah diterima diantaranya, Juara 1 National Bussines Plan Asia Andalas 2019, Juara 1 Expo National Bussines Plan Festival Universitas Kristen Satya Wacana 2019.
Setelah lolos pendanaan PKM-K dan mendapat dana hibah sebesar Rp. 7.800.000, dana tersebut digunakan untuk memproduksi dua puluh sepatu yang akan diikut sertakan pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2019. (hms/dah)
 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry