Nelayan saat menjual hasil tangkapan ikan di tempat pelelangan ikan (TPI) Brondong

LAMONGAN | duta.co – Meradangya petani tambak di pasar ikan Lamongan karena harga ikan yang anjlok di pasaran. Nampaknya hal.itu juga dirasakan oleh para nelayan pencari ikan di wilayah Brondong dan Paciran.

Selain harga ikan yang terjun bebas di pasaran, hasil tangkapan ikan nelayan di Brondong dan Paciran sejak tiga bulan terakhir ini mengalami penurunan yang sangat drastis. Terlebih hasil tangkapan nelayan yang untuk ekspor.

Hal itu tampak terlihat di beberapa tempat pelelangan ikan (TPI) diantaranya pelelangan ikan di Brondong dan juga Kranji Kecamatan Paciran. Terjadi penurunan harga ikan dan produksi ikan yang signifikan.

Ketua Forkom Nelayan Rajungan Simpul Lamongan, Muchlisin Amar mengatakan, kurang lebih dalam tiga bulan ini, hampir semua nelayan dari berbagai jenis tangkapan termasuk rajungan mengalami penurunan.

Menurutnya, kondisi ini cukup merisaukan para nelayan, sampai gairah mereka untuk melaut menurun, karena pendapatannya tidak sesuai dan habis di operasional melaut mereka.

“Hasil tangkapan ikan menurun drastis, utamanya hasil tangkapan yang untuk di ekspor, semua turun tidak terkendali,” kata Muchlisin, Rabu (05/6).

Penyebab turunnya produksi ikan saat ini, lanjut Muchlisin, karena ada beberapa hal, diantaranya karena cuaca buruk yang tidak mendukung serta gelombang tinggi dan juga angin kencang.

“Itu yang membuat para nelayan yang rata-rata menggunakan perahu tradisional takut turun melaut,” ungkapnya.

Lebih jauh, Muchlisin menjelaskan, maka dari itu harus ada upaya pemerintah pusat segera melakukan lobi ke negara tujuan ekspor. Sebab kenapa hasil tangkapan nelayan di Indonesia kalah dengan negara kompetitor seperti India, Vietnam, Thailand dan negara lainnya.

“Agar semuanya bisa dievaluasi, apakah regulasinya yang tidak mendukung dunia usaha atau eksportir,” tandas Muchlisin. (ard)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry