SURABAYA | duta.co  – Produk-produk dari 157 Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah Double Track (SMA/MA DT) akan ditampilkan di ajang Festival SMA DT yang akan digelar pada Minggu (29/12) di JX Internasional Surabaya.

Produk unggulan itu dari berbagai macam keahlian dan kompetensi mulai boga, tata busana, tata rias hingga teknik kendaraan ringan.

Tim IT SMA/MA DT, Fajar Baskoro mengatakan di tahun kedua program ini sudah menghasilkan 450 varian produk. “Tapi yang kami tampilkan yang produk tahan lama. Kalau yang mudah basi tidak kami tampilkan di festival ini,” kata Fajar, Jumat (27/12).

Festival yang akan dibuka langsung Gubernur Jawa Timur, Khofifah ini akan diikuti seluruh SMA/MA DT.

Dikatakan Fajar, festival ini sebagai sebuah bukti bahwa program ini sudah berjalan dengan baik. Program dengan 15 kompetensi atau keahlian ini juga sudah menghasilkan produk yang bernilai jual tinggi.

“Selama ini produk karya siswa yang mengikuti program ini hanya ditampilkan di market place ruang dagang. Di sana hanya berupa foto-foto dan informasi produk. Nah, saat di festival itu ada wujud nyatanya. Bahwa program ini berjalan dengan baik dan nyata hasilnya,” tukas Fajar.

Dalam program ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menginginkan para siswa SMA dan MA ini memiliki bekal keterampilan setelah lulus.

Terutama sekolah yang 60 persen siswa-siswinya tidak melajutkan ke pendidikan yang lebih tinggi.

Sehingga dengan keterampilan itu, siswa yang tidak melanjutkan kuliah tidak menjadi pengangguran.

Ada tiga hal yang dilakukan Tim Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) selaku lembaga yang ditunjuk Dinas Pendidikan Jatim untuk program ini  Yakni 3P.

Pertama menjadikan sekolah sebagai pusat pelatihan. Setelah berhasil ditingkatkan maka sekolah bisa menjadi pusat pengembangan produk.

Setelah itu, harus bisa menyentuh siswa agar bisa mendapatkan manfaatnya dengan menjadikan sekolah sebagai pusat transaksi pasar komunitas.

Di sini, siswa yang sudah memiliki produk diajarkan bagaimana bisa melakukan jual beli tidak hanya secara offline tapi juga online.

“Di tahun kedua ini, sudah ada 30 persen dari total sekolah yang sudah mulai menghasilkan dan mengembangkan produk yang mereka hasilkan. Ini sudah melebihi ekspektasi kami. Karena target keberhasilan program ini jika pelatihan yang kami berikan mengena kepada siswa. Siswa menjadi mandiri dank e depan bisa produktif,” jelas Fajar.

Untuk program ini, tim ITS membuat aplikasi double track support system (DTS). Aplikasi tersebut merupakan tindaklanjut dari pelaksanaan Program SMA/MA DT yang telah berjalan sejak tahun 2018.

Dikatakan Fajar , DSS adalah sistem dalam mendukung kegiatan ekstra kurikuler yang berbasis pada peningkatan keterampilan (skill) untuk menekan angka pengangguran lulusan SMA dan menaikkan IPM Jawa Timur.

DSS terdiri dari lima aplikasi. Pertama, aplikasi admindt.net yang merupakan aplikasi pengelolaan data sekolah penyelenggara Program DoubleTrack yang terdiri dari data siswa peserta program, absen dan aktivitas kegiatan proses pelatihan dan foto-foto kegiatan pelatihan.

Kedua, apalikasi ruangtraining.net, dalam bentuk portal pelatihan yang ditujukan bagi anak muda Indonesia dengan menawarkan beragam pilihan pengembangan diri untuk mengikuti pelatihan ketrampilan meliputi bidang desain grafis, fotografi, videografi, fashion technology, tata boga, kelistrikan.

Pada potral ini tersedia beragam modul cetak, video tutorial, dan informasi tempat pelatihan di seluruh wilayah Jawa Timur bekerja sama dengan sekolah-sekolah, pondok pesantren, kursus, dan balai latihan kerja.

Ketiga, ruangujian.net, adalah portal aplikasi untuk ujian sertifikasi berbasis CBT (Computer Based Testing) untuk mengetahui level kompetensi calon tenaga kerja yang telah mengikuti pelatihan.

Tersedia berbagai level ujian yang bisa diikuti secara online. Kelulusan ditentukan oleh kualitas pengetahuan dan ketrampilan yang dievaluasi langsung oleh tim ahli melalui aplikasi. Peserta yang lulus dapat mengikuti private challenge sekaligus mendapatkan point dan sertifikat.

Keempat, ruangkarir.net, merupakan portal layanan sebagai tempat menemukan beragam informasi karir yang menarik, pembuatan CV digital, resume, dan portofolio yang memuat produk hasil karya, dapat digunakan untuk mendapatkan pekerjaaan yang sesuai dengan yang diharapkan.

Pada portal ini perusahaan atau dunia usaha dan dunia industri bisa mengiklankan lowongan pekerjaan yang tersedia dan memilih talenta-talenta yang sesuai dengan kriteria yang diinginkan baik kompetensi, lokasi, maupun bidang ketrampilan.

Kelima, ruangdagang.net. Berupa aplikasi online yang mewadahi peserta pelatihan yang tertarik dibidang usaha atau enterpreneur. Sarana pengembangan diri dan melatih peserta pelatihan yang tertarik di bidang kewirausahaan dengan menempatkan produk dan jasa di dalam jaringan marketplace Usaha Sekolah Online (USO).

Pada portal ini dapat ditemukan produk-produk kreativitas yang berkualitas sekaligus dapat melakukan transaksi online.

“Dengan menggunakan pola pelatihan, pengelolaan big data bakat dan ketrampilan siswa, maka siswa yang telah mengikuti kegiatan pelatihan dapat bekerja ataupun berwirausaha. Semua dilakukan secara traceable, baik kemampuan teknis maupun kemampuan digitalnya,” katanya.

Jika ada yang masih belum menemukan solusi bekerja atau wirausaha, lanjut Fajar Baskoro, siswa yang telah lulus dapat mengupdate kemampuannya melalui upskilling dengan ruangtraining atau mengikuti pelatihan yang baru (reskilling).

“Melalui cara ini dan melalui Program Double Track, menganggur setelah sekolah bukan pilihan tepat. Program DT adalah bagaimana membekali siswa dengan keterampilan melalui mekanisme kegiatan ekstra kurikuler agar siap kerja atau berwirausaha,” katanya. end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry