Wakil Rektor I Unisma, Prof Drs Junaidi Mistar PhD saat memberikan paparan materinya dengan peserta yang antusias.
MALANG | duta.co – Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Islam Malang (Unisma) menyelenggarakan International Confrence on English Language Teaching (ICON ELT 2020). Pertemuan internasioanal ini salah satunya membahas mengenai peran bahasa Inggris dalam menjawab tantangan dunia industri 4.0 di tengah pandemi.


Wakil Rektor (WR) I Unisma, Prof Drs Junaidi Mistar PhD menyampaikan bahwa dengan perkembangan teknologi yang semakin maju maka implikasinya hal tersebut harus dijawab oleh dunia pendidikan dengan lulusan yang sesuai kebutuhan dunia kerja. Berbagai ketrampilan harus dikuasai setiap lulusan yang siap kerja. Diantaranya ketrampilan berpikir kritis, mampu bekerjasama dalam sebuah tim, serta kemampuan mengatur orang.

“Di mana hal tersebut semua tidak bisa dilepas dari kemampuan berbahasa atau komunikasi,” ungkap Junaidi, Jumat (20/11/2020).

Lebih lanjut, WR I kampus kebanggaan Nahdlatul Ulama ini menyatakan pula, bahwa  tuntutan kerja saat ini tidak hanya bisa berkomunikasi dengan mitra sebangsa. Namun juga dibutuhkan berinteraksi dengan orang dari berbagai negara. Nah disitulah peran bahasa Inggris yang semakin penting untuk dikuasai. Maka pembelajarannya harus benar, pasalnya kebanyakan di sekolah-sekolah mengajarkan tentang bahasa Inggris. Bukan melatih kemampuan berbahasa Inggris anak didiknya.

“Murid hanya dicekoki tentang tensis, padahal yang paling penting sebetulnya cara untuk meningkatkan kemampuan anak sekolah untuk berbahasa Inggris. Penguasaan komunikasi lisan maupun tulisnya,” tandasnya.

Hingga soft skill dunia kerja yang meliputi mengatur orang maupun kemampuan berkolaborasi akan semakin efektif dengan penguasaan berbahasa Inggris yang benar.

Dalam konferensi internasional ini juga dibahas mengenai tantangan masa pandemi yang dituntut semua pembelajaran lewat daring. Menurut Junaidi, sebetulnya hal tersebut bukanlah halangan. Lantaran kemampuan berbahasa Inggris saat ini dapat diasah melalui berbagai aplikasi teknologi yang sudah jamak digunakan.

“Sebenarnya, dalam berbahasa Inggris yang paling penting lagi adalah cara bertutur kita sudah dapat dipahami oleh lawan bicara,” katanya.

Ia meyakini peserta konferensi ini akan dapat banyak ilmu. Mereka akan semakin terbuka wawasan tentang cara pendidikan bahasa Inggris, yang mungkin selama ini salah arah.

Ketua pelaksana ICON ELT 2020, Eko Suhartoyo MPd (dua dari kiri) bersama panitia.

Hal senada juga disampaikan Ketua pelaksana ICON ELT 2020, Eko Suhartoyo MPd, bahwa konferensi internasional ini merupakan implementasi di bidang pengajaran pendidikan bahasa Inggris di era pandemi. Dimana solusi pengajaran bahasa Inggris yang harus tetap berjalan di tengah wabah Covid. Diantaranya akan didapat berbagai Best Practise dari para pakar yang bisa dimanfaatkan oleh praktisi pendidikan bidang bahasa Inggris.

Eko Suhartoyo yang juga Ketua Prodi pendidikan Bahasa Inggris Unisma mengatakan pula, animo peserta konferensi ini luar biasa tinggi. Tercatat, seluruh mahasiswa S1 dan S2 Prodi ini mengikuti. Dengan 60 presenter yang diantaranya dari Austrlia dan Thailand, juga hadir 330 partisipan.

Konferensi internasional ini diselenggarakan selama dua hari (20-21/11/2020). Bertajuk “ELT in Post Pandemic Era : From Polices to Practices” yang menghadirkan pembicara Vice Chairman of Erican Education Group Malaysia, Dr (H.C) Aslan Khan. Juga, Dr Willy Ardian Renandya dari Nanyang Technological University Singapore, dan DR Gumawang Jati dari Intitut Teknologi Bandung. (dah)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry