KULIAH PAKAR : Ketua Prodi D4 Analis Kesehatan Unusa, Thomas Sumarsono, S.Si., M.Si.  bersama Kepala Instalasi Laboratorium RSI Jemursari, dr. Bastiana, Sp.PK. DUTA/istimewa

SURABAYA | duta.co – Program Studi (prodi) D4 Analis Kesehatan Fakultas Kesehatan (FKes) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) mendatangkan praktisi dan akademisi Sistem Informasi Laboratorium (SIL).

Kali ini yang dihadirkan dari Instalasi Laboratorium Rumah Sakit Islam (RSI) Jemursari dan Pusat Pengembangan Teknologi dan Informasi Universitas Airlangga, Selasa (15/5) sore di kampus B Unusa.

Kepala Instalasi Laboratorium RSI Jemursari, dr. Bastiana, Sp.PK didatangkan dalam acara ini.

Dia  mengungkapkan SIL memang sangat penting. SLI memungkinkan pelacakan hasil pemeriksaan misalnya untuk mengetahui kapan proses analisis sudah selesai, siapa analisis yang mengerjakan, kapan data diperiksa, kapan laporan dikirim.

“SIL dapat menjaga kerahasiaan pasien karena hanya orang yang berwenang bisa mengakses data pasien,” ungkapnya.

SIL merupakan sebuah kelas dari perangkat lunak yang menangani penerimaan, pemrosesan dan penyimpanan informasi yang dihasilkan oleh proses laboratorium medis.

Sistem ini berinteraksi dengan instrumen dan sistem informasi lainnya seperti Hospital Information Sistem (HIS).

“Disiplin ilmu yang mendukung SIL termasuk diantaranya yaitu hematologi, kimia, imunologi, bank darah (manajemen donor dan transfusi), surgical pathology, anatomical pathology, flow cytometry and mikrobiologi,” ungkapnya.

Bastiana menambahkan, SIL adalah sebuah sistem yang terdapat di dalam laboratorium rumah sakit maupun laboratorium klinik.

Itu merupakan gabungan perangkat dan prosedur yang digunakan mengelola siklus informasi.

Siklus informasi itu mulai dari pengumpulan data sampai pemberian umpan balik informasi untuk mendukung pelaksanaan tindakan tepat dalam perencanaan, pelaksanaan dan pemantauan kinerja laboratorium.

Aplikasi SIL ini memusatkan diri pada sistem komputerisasi pendataan pasien dan pencatatan hasil pemeriksaan laboratorium.

Juga untuk pembuatan laporan pendapatan keuangan per periode transaksi bahkan SIL ini dapat menangani pasien berdasarkan kiriman dokter atau perusahaan.

“SIL menggunakan sistem database terpusat dan aplikasi yang User Friendly  dan senantiasa memberikan kemudahan dengan melakukan penerapan sistem yang sesuai dengan kebutuhan pemakai,” tambahnya.

Ketua Pelaksana sekaligus dosen D4 Analis Kesehatan Unusa, Andreas Putro Ragil Santoso, S.ST., M.Si. mengungkapkan adanya kegiatan ini sangat membantu mahasiswa, karena bisa menambah wawasan keilmuan di bidang sistem informasi laboratorium.

Dengan berkembangnya kemajuan teknologi pengolah data, maka diharapkan sistem informasi di rumah sakit dapat semakin baik dalam memberikan pelayanannya.

“Baik itu kepada paramedik sebagai penentu tindakan medis, atau pasien sebagai orang yang diperiksa. Hal itu menjadi peluang bagi mahasiswa D4 Analis Kesehatan Unusa,” pungkasnya. rud/end

Tinggalkan Balasan