PANIK : Suasana ujian di Balai Desa Wonorejo Kecamatan Kunjang (Nanang Priyo)

KEDIRI | duta.co – Sebanyak delapan kecamatan di Kabupaten Kediri, pada Selasa (09/04/2019) serentak menggelar ujian perangkat desa diikuti ratusan peserta. Dari jumlah ini, 7 kecamatan menggandeng pihak ketiga Universitas Brawijaya, sementara hanya satu kecamatan yaitu Tarokan menggandeng IAIN Tulungagung.

Ujian sempat diwarnai ketegangan pada dua tempat, di Balai Desa Wonorejo Kecamatan Kunjang dan Balai Desa Sumberagung Kecamatan Wates, saat tahap terakhir ujian komputer dimana mesin printer-mya mogok.

Namun secara umum, Ketua Paguyuban Kepala Desa (PKD) Kabupaten Kediri, Johansyah menyampaikan bahwa pelaksanaan ujian untuk pengisian perangkat desa di Kecamatan Gurah, Kandat, Wates, Kunjang, Mojo, Semen, Tarokan dan Puncu berlangsung lancar dan sesuai aturan.

“Secara umum berlangsung aman, mekanisme sudah dilakukan meskipun sempat digugat,” jelasnya.

Hormati Gugatan

Saat dikonfirmasi terkait gugatan dan dugaan terjadinya KKN atas rekrutmen perangkat desa, secara tegas Johansyah menyampaikan bahwa sejak dulu hal tersebut telah berlaku.

“Dari dulu-dulu memang seperti itu, namun secara tekhnisnya kecakapan yang diprioritaskan untuk diterima. Terkait gugatan atas dugaan KKN dilakukan kepala desa, saya pikir tidak semua berlaku di semua desa. Kalau secara akademik itu mumpumi ya tidak bisa dibatasi,” terangnya.

Disela-sela ujian, Mashudi, Ketua Tim IAIN Tulungagung menyampaikan bahwa sebenarnya telah menggelar kerjasama sesuai aturan pada Perda maupun Perbup Kediri.

“Sebenarnya kerjasama ini bermula awal Januari saat sejumlah kepala desa datang ke IAIN untuk bekerjasama pembuatan naskah soal hingga ujian praktek. Tepat 14 Januari ditandatangani MoU dengan 136 desa, namun saat itu yang tanda tangan sekitar 50 desa. Kemudian beberapa desa mengikuti pihak ketiga lainnya,” jelas Mashudi.

Adapun terkait gugatan, pihak IAIN menyatakan menghormati dan apalagi sebagai warga negara yang taat hukum. “Kami menghargai atas gugatan tersebut, dlihat dari segi aturan Perda atau Perbup dimana pihak ketiga yang digandeng telah akreditasi B. Kami jamin tidak ada rekayasa soal nilai ujian dan saat penilaian transparan karena diliput salah satu televisi lokal dan hasil ujiannya discanner,” jelasnya. (nng)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.