PENDISTRIAN : Perwakilan PKL Jl. Brawijaya saat digelar sosialisasi di Mako Satpol PP Kota Kediri (duta.co/Nanang Priyo)

KEDIRI | duta.co -Maraknya Pedagang Kaki Lima (PKL) selama Bulan Ramadan, selain keberadaan penjaja terutama makanan dan minuman yang memakan bahu jalan di Kota Kediri, mendapat perhatian Mas Abu Sapaan Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar saat digelar silahturahmi bincang ringan dengan kalangan jurnalis di Upnormal Cafe.

Menurutnya, pemerintah kota akan melakukan pendataan dan mendorong untuk menempati bangunan permanen. Sejumlah kuliner jajanan hingga makanan dan minuman bukan merupakan produk khas Kediri, cukup menjadikan sosok Mas Abu merasa prihatin.

Dirinya pun berharap program pelatihan telah diberikan kemudian dengan dana Prodamas telah digulirkan di setiap RT, bisa dijadikan modal untuk pengembangan usaha.

“Pada setiap titik keramaian ada yang jualan makanan atau minuman bukan produk dari buah tangan kita, menjadikan PR kita bersama. Setidaknya selain untuk menu hidangan bisa dijadikan buah tangan bagi pengunjung dari luar kota. Kami berharap ada keberanian mencoba, kemudian coba diposting di media sosial dengan sistem jualan online,” ujarnya.

Terhadap keberadaan PKL yang kian menjamur dan berimbas kemacetan, orang nomor satu di Kota Kediri ini, menyoal pendistrian yang kian tidak ada tempat.

“Jalur pendistrian harus dijaga, kemudian PKL harus ditata ulang dan didorong menempati tempat yang permanen dan usahanya harus berbadan usaha,” jelasnya.

Usulan dari sejumlah jurnalis, bahwa menggelola PKL mampu menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD), menjadikan catatan khusus bagi wali kota dan akan disampaikan ke satuan kerja terkait.

“Masukannya kami jadikan catatan untuk menambah PAD kita. Selain perusahan-perusahaan yang telah berkembang untuk menyalurkan dana CSR-nya, nanti kami buatkan list memudahkan pengawasan,” terang Mas Abu. (nng)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.