JAKARTA | duta.co – Calon Presiden Nomor Urut 02, Prabowo Subianto, kembali menyinggung kondisi ekonomi rakyat Indonesia yang semakin melarat. Kali ini, Prabowo membeber fakta banyak warga kesulitan makan bahkan ada yang sampai bunuh diri. Masya Allah. Sungguh tragis.
Di hadapan masyarakat Palu, Sulawesi Tengah, Prabowo mengatakan bahwa elite di Jakarta sudah tidak bisa diharapkan lagi.
“Saya mengerti apa yang terjadi dengan negara kita. Negara kita sedang dan sudah lama dan dikecewakan oleh elite-elite di Jakarta,” kata Prabowo saat memberikan sambutan di acara Temu Kader Relawan dan Simpatisan ‘Prabowo Menyapa’ di Palu, Sulawesi Tengah, yang ditayangkan langsung GerindraTV via Youtube dan Facebook, Selasa (8/1/2019).
Prabowo mengatakan sejatinya ia sudah tidak ingin berpolitik lagi di usianya yang memasuki 87 tahun. Namun demikian, mantan Danjen Kopassus itu mengaku merasa terpanggil untuk membenahi, dan menyelamatkan masa depan bangsa Indonesia.
Prabowo sempat menceritakan kepada para audiens yang hadir tentang informasi yang ia terimanya di Jawa Barat, Lampung dan Jawa Tengah.

“Di sana ada rakyat yang makan hanya sekali sehari, ada yang cuma dua hari sekali. Saya juga dapat laporan dari Lampung dan Jawa Tengah, ada orang tua yang gantung diri karena tak bisa memberi kehidupan untuk anak-anaknya,” kata Prabowo.

Atas kejadian-kejadian itu, Prabowo mengatakan sudah saatnya hal tersebut tidak terjadi lagi. “Mari kita memberi pesan yang jelas dan keras kepada elite-elite yang tidak pernah memikirkan bangsa dan rakyatnya,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo pun kemudian berpesan kepada rakyat untuk jangan selalu terkesan dengan orang-orang kaya di Jakarta. Prabowo meminta rakyat untuk tidak terlalu segan, justru harus bertanya dari mana sumber kekayaannya.

“Uangnya gak jelas dari mana, uangnya ngemplang dari rakyat,” ujar Prabowo.

Seperti dikutip dari detikcom, Minggu (6/1), seorang wanita bernama Sudarsi (44 tahun) ditemukan gantung diri di dalam rumahnya di Kecamatan Ngawen, Gunungkidul Jumat (4/1). Diduga wanita tersebut nekat gantung diri karena terbelit masalah ekonomi.

Bukan hanya itu, dikonfirmasi terpisah, Kapolres Gunungkidul, AKBP Ahmad Fuady menyebut bahwa kejadian gantung diri tidak hanya terjadi di Ngawen tapi juga terjadi di Dusun Sawah, Desa Girisekar, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul pada Senin (1/1) malam.

“Betul, jadi sudah ada dua kejadian (gantung diri) di awal tahun ini,” kata Fuady pada Jumat (4/1). (cnni/wis)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.