PRIHATIN : Dekan FK Unair, Prof Dr dr Budi Santoso, SpOG(K) bersama Dekan FK Unusa Dr dr Handayani saat pertemuan pada dekan FK se-Jawa Timur yang digelar daring, Sabtu (9/1/2021). DUTA/endang

SURABAYA | duta.co – Tiga Belas Dekan Fakultas Kedokteran (FK) di Jawa Timur bersatu. Mereka mengeluarkan enam gerakan moral sebagai bentuk keprihatinan atas naiknya kembali kasus Covid-19 baik angka pasien maupun kematiannya.

Pertemuan para dekan itu digelar dengan online dan offline. Pertemuan offline hanya dihadiri tiga dekan yakni dari FK Universitas Airlangga (Unair), Prof Dr dr Budi Santoso, SpOG (K), dari FK Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) Dr dr Handayani dan dari FK Universitas Ciputra dr Charles Siahaan,SpOG. Sementara dekan lainnya mengikutinya secara daring, Sabtu (9/1/2020).

Inti dari enam poin gerakan moral itu adalah penerapan protokol kesehatan. Tidak hanya 3M tapi 5M 3T. Yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas atau interaksi. Sementara 3T yakni test (mengetahui virus dalam tubuh), tracing (menelusuri) dan treat (merawat).

Dekan FK Unair, Prof Budi Santoso (Bus) mengatakan langkah yang dilakukan para dekan FK ini tidak lain hanya ingin masyarakat mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan. “Kita sebagai lembaga penghasil tenaga kesehatan merasa prihatin dengan kondisi saat ini,” kata Prof Bus.

Dikatakannya, dari enam poin rumusan itu, nantinya diserahkan sepenuhnya ke masyarakat terutama para tokoh bagaimana menerapkannya. “Karena ini persoalan kita untuk melakukan pencegahan supaya tidak tertular Ini tanggung jawab moral kita bersama,” tandas Prof Bus.

Dekan FK Unusa, Dr Handayani menambahkan 13 dekan FK di Jatim itu memberikan dukungan agar Covid-19 bisa berakhir. Caranya, dengan memberikan imbauan pada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan. Juga untuk para tenaga medis yang berada di garda terdepan penanganan pasien Covid-19.

“Untuk Covid-19 ini ada banyak lembaga berwenang yang sudah ditunjuk pemerintah pusat hingga daerah. Bahkan satgas Covid-19 sudah ada hingga ke setiap institusi. Kami hanya mengimbau agar power ditambah lagi supaya kasus bisa ditekan. Kita recharge lagi untuk kembali mendisiplinkan diri,” ungkapnya.

Dekan FK UIN Malang, dr Yuyun Yuaniwati mendukung langkah 13 dekan FK di Jatim agar terus memberikan imbauan pada masyarakat untuk menerapkan protokok kesehatan 5M dan bagi tenaga medis melakukan 3T. “Peran tokoh masyarakat sangat penting agar bisa menjadi tauladan antisipasi Covid-19,” jelasnya.

Enam poin imbauan yang dihasilkan dari pertemuan virtual itu yakni pertama menyatakan rasa prihatin dan duka cita yang mendalam atas meningkatnya kasus Covid-19 yang telah banyak memakan korban jiwa baik pada tenaga kesehatan maupun masyarakat umum di Indonesia.

Kedua, mengapresiasi setinggi-tingginya dan dukungan sepenuhnya kepada seluruh tenaga Kesehatan baik medis maupun non medis yang telah berjuang dalam penanganan kasus Covid-19.
Ketiga mengimbau kepada para tokoh masyarakat untuk tetap menjadi panutan kepada komunitasnya dalam hal pencegahan penularan dan penanganan Covid-19.

Keempat mendorong kepada masyarakat untuk tetap waspada dan disiplin serta senantiasa menerapkan 5M. Kelima mendukung upaya pemerintah dan mendorong masyarakat untuk terlibat secara aktif dalam pelaksanaan 3T dan vaksinasi bagi seluruh masyarakat Indonesia. Sedangkan keenam mengimbau kepada seluruh institusi pendidikan tetap mengutamakan keselamatan peserta didik, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.

Ke-13 dekan yang hadir di antaranya FK Unair, Universitas Universitas Brawijaya, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Universitas Hang Tuah, Universitas Negeri Jember, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Islam Malang, Universitas Katolik Widya Mandala, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Universitas Ciputra, Universitas Surabaya, Universitas Muhammadiyah Surabaya dan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry