Para dokter mendonorkan darah mereka di Instalasi Transfusi Darah GDC RSUD Dr Soetomo, Jumat (25/1). DUTA/endang

SURABAYA | duta.co – Para dokter kebidanan dan penyakit kandungan atau obstetri ginekologi (Obgin) menggelar donor darah di Instalasi Transfusi Darah GDC RSUD Dr Soetomo, Jumat (25/1).

Para dokter itu tidak hanya menggerakkan sejawatnya namun juga para mahasiswa program pendidikan dokter spesialis (PPDS) dan mahasiswa pendidikan dokter Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair).

Juga ada para perawat, pegawai dan keluarga pasien pasien yang sedang berobat ke RSU dr Soetomo.

Ada beberapa dokter obgin senior yang juga ikut ambil bagian dalam acara ini. Di antaranya Prof Dr dr Budi Santoso SpOG (K), Dr dr Agus Sulistyono SpOG(K), Dr dr Hermanto SpOG (K), Dr dr Wita Saraswati SpOG (K) dan dr Rizky SpOG(K).

Aksi sosial para dokter ini bukan tiba-tiba. Namun mereka selama bekerja selalu mengalami kendala terutama dalam memenuhi kebutuhan darah.

Dr dr Agus Sulistyono SpOG(K) yang menjadi salah satu penggagas sekaligus pendonor menyontohkan kasus operasi plasenta akreta (plasenta lengket di dalam rahim). Kasus ini bisa mengakibatkan  perdarahan saat plasenta terlepas setelah bayi lahir.

Pendarahan saat operasi plasenta akreta bisa mencapai 10 liter. Darah pun keluar masuk. Operasi bisa mencapai enam jam dengan kebutuhan darah pernah mencapai 20 kantung.

Padahal, di ITD RSUD Dr Soetomo selama ini jumlah pendonor hanya empat hingga sepuluh orang per hari.  Terkadang stok tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan seluruh pasien terutama pasien obgin.

Ketua Kelas mahasiswa PPDS Obgin, dr Dimas Abdi Putra mengatakan obgin memang salah satu yang banyak membutuhkan darah.

Cek tekanan darah sebelum donor. DUTA/endang

Terkadang ketika membantu persalinan dengan kondisi-kondisi pasien tertentu banyak membutuhkan darah. Namun terkadang darah yang dibutuhkan tidak tersedia, padahal pasien harus segera ditranfusi darah agar nyawa bisa tertolong.

“Terkadang kami ada beban moral. Kami harus juga membantu pasien. Kami tidak ingin hanya masalah stok darah yang menipis, pasien jadi tak tertolong,” ungkapnya.

Karenanya, aksi donor darah oleh dokter, PPDS obgin ini akan dilakukan secara rutin setiap enam bulan sekali. Dari setiap aksi donor darah, ditarget bisa mendapatkan 150 kantong darah segar. end

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.