SINGAPURA | duta.co – Presiden Singapura, Tharman Shanmugaratnam memberikan International Service Award kepada Ahmad Rusdi di Istana Kepresidenan pada Kamis sore, 13 November 2025.

Ahmad Rusdi yang kelahiran Pekalongan, dinilai berjasa memajukan hubungan kepramukaan antara Indonesia dan Singapura. Duta Besar Indonesia untuk Singapura, Suryopratomo ikut hadir dalam acara itu.

“Sejatinya, penghargaan ini untuk Gerakan Pramuka Indonesia. Saya mengajak kakak-kakak pramuka untuk terus mengabdikan diri, karena pengabdian tidak ada batasnya dan dapat dilakukan dimana saja. Semoga penghargaan dari Presiden Singapura ini menginspirasi adik-adik pramuka di Tanah Air untuk giat beraktivitas di forum internasional,” kata Rusdi seusai menerima penghargaan.

Selain Ahmad Rusdi, International Service Award dari Presiden Singapura juga diberikan kepada Ketua The Scout Association (Pramuka Inggris), Ketua Persatuan Pengakap Malaysia dan Penasehat The National Scout Organization of Thailand. Keempatnya diusulkan oleh The Singapura Scout Association kepada Presiden Tharman Shanmugaratman selaku Chief Scout of The Singapore.

The Singapura Scout Association menilai Rusdi berjasa meningkatkan kepramukaan di mancanegara. Memang, Rusdi pernah menjadi ketua Komite Pramuka Kawasan Asia Pasifik ex officio sebagai anggota Komite Kepanduan Sedunia, mantan ketua Asia Pasifik Scout Foundation dan saat ini sebagai anggota Dewan World Scout Foundation yang dipimpin Raja Swedia Karel Gustav XVI. Bulan lalu, Rusdi terpilih sebagai Ketua Himpinan Pandu Wreda (Hipprada) dan ketua Asia Pasifik Scout and Guide Friendship periode 2025-2028.

Atas pengabdiannya memajukan kepramukaan global, Rusdi telah menerima penghargaan dari sejumlah kepala negara/pemerintahan. Antara lain dari Raja Brunei Darrusalam Sultan Bolkiah, Perdana Menteri Malaysia, Wakil Presiden Philippina, Presiden Taiwan, Ketua The National Scout Organization of Thailand, dan Ketua Organisasi Pramuka Korea Selatan.

Sejak sekolah dasar dan menengah di Pekalongan, Rusdi menjadi pramuka siaga, penggalang dan penegak. Begitu juga ketika kuliah di Universitas Padjadjaran, Bandung. Rusdi kemudian berkarier di Kementrian Luar Negeri. Di sela-sela tugasnya sebagai diplomat, Rusdi membina pramuka di KBRI Islamabad, Pakistan. Pada saat menjadi Duta Besar Indonesia untuk Yunani, Ahmad Rusdi ikut berkemah bersama Kontingen Pramuka Indonesia di Jambore Dunia di Swedia tahun 2011. Ketika menjadi Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Thailand, Rusdi terpilih sebagai ketua Komite Pramuka Kawasan Asia Pasifik dan Wakil Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Bidang Kerja Sama Internasional.

Pendidikan oleh orang tua yang menjadi pengusaha batik di Pekalongan dan pembinaan di kepramukaan telah membentuk karakter Rusdi sebagai diplomat dan pejabat protokol.

“Beliau mendapat penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai pejabat protokol yang telah melayani enam Presiden Indonesia selama 17 tahun pengabdiannya,” kata pendiri MURI, Jaya Suprana yang menyerahkan Penghargaan MURI pada 30 Juni 2015.

Keenam presiden itu mulai Presiden Soeharto hingga Presiden Joko Widodo. Memang, Rusdi pernah menjadi Kepala Protokol Presiden, Kepala Rumah Tangga Presiden, dan selanjutnya Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler merangkap Kepala Protokol Negara.

Pada saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mencanangkan program Revitalisasi Gerakan Pramuka, Rusdi menjabat sebagai Kepala Rumah Tangga Presiden. Sebagai pejabat eselon satu di Istana Presiden, Rusdi memfasilitasi Kwarnas yang dipimpin Prof Azrul Azwar untuk mendapat anggaran dan dukungan besar dari pemerintah dan DPR. Memang saat itu lahir Undang-Undang Nomor 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka dan Kwarnas menerima dana hibah APBN puluhan miliar rupiah setiap tahunnya.

Menurut Rusdi aktivitasnya di Komite Pramuka Asia Pasifik, Yayasan Pramuka Dunia dan lainnya adalah untuk menyuarakan aspirasi dan mempromosikan Gerakan Pramuka di forum internasional. Oleh karena itu, dia mengajak para pembina, pelatih dan andalan untuk mengikuti pelatihan dan kegiatan kepramukaan di luar negeri.

Tujuannya, agar mereka terbuka wawasan dan pergaulannya, serta dapat belajar dari negara lainnya. Banyak praktik kepramukaan yang baik di berbagai negara yang dapat diterapkan di Indonesia.

Begitu juga, Rusdi mendorong mereka untuk menjadi pengurus organisasi pramuka tingkat Asia Tenggara dan Asia Pasifik, serta dunia.

“Jangan kita jago kandang dan selalu membanggakan sebagai negara yang memiliki jumlah pramuka terbesar di dunia,” ujarnya.

Kwarnas mengklaim jumlah anggotanya sekitar 25 juta orang. Sayangnya, hanya bisa dihitung dengan jari pramuka Indonesia yang menjadi pengurus di mancanegara. Dengan alasan efisiensi anggaran, pimpinan Kwarnas juga membatasi partisipasi pramuka mengikuti kegiatan luar negeri.

Rusdi mengajak pimpinan/pengurus Kwartir, pelatih dan pembina untuk mengimplementasikan slogan Organisasi Gerakan Pramuka Sedunia (WOSM) yaitu ‘Ready for Life’ atau ‘Siap untuk Hidup’ dalam setiap program untuk peserta didik. Slogan ini menekankan relevansi keterampilan pramuka di era digital dan kehidupan modern, dan sejalan dengan makna “Be Prepared”.

Bulan lalu, Rusdi memberi pelatihan kepada puluhan pramuka penegak/pandega dari perwakilan Kwarda di Jawa dan Bali. Rusdi berdiskusi tentang kemampuan 4 C (critical thinking/berpikir kritis; creativity (kreativitas); communication; dan collaboration) yang mesti dimiliki kaum muda untuk mereka memasuki dunia kerja. Dia juga memotivasi mereka belajar bahasa asing dan mengikuti kegiatan kepramukaan di luar negeri.

Menurut Rusdi, adik-adik pramuka siaga, penggalang, penegak dan pandega mesti dibina untuk memiliki kesadaran kewarganegaraan global. Bahwa individu adalah bagian dari komunitas global dan memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi pada dunia yang lebih baik.

Karena, dampak perubahan iklim berupa bencana hidrometeorologi kini melanda seluruh dunia. Kelompok paling rentan dari bencana itu adalah anak-anak, orang lanjut usia, kelompok difabel, dan orang miskin. “Gerakan Pramuka mesti menyiapkan adik-adik untuk memiliki wawasan global, beradaptasi dan tangguh terhadap krisis iklim dan masalah global lainnya,” kata Rusdi.(***/)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry