
“Penegasan menindak oligarki tambang, semakin menggelegar saat tampil di dua Mujahadah. Ini butuh dukungan kuat dari rakyat.”
Oleh Mukhkas Syarkun
DALAM waktu yang berdekatan ada dua perhelatan akbar yaitu Mujahadah MUI dan Mujahadah Harlah NU. Keduanya dihadiri
Presiden Prabowo dan baru kali ini presiden hadir di acara MUI, padahal berkali-kali orang nomor satu di republik ini berhalangan.
Mungkin beda bagi Prabowo. Ia merasa penting untuk hadir di acara Mujahadah sebagai penguatan rohani dalam menjalankan tugas yang penuh tantangan.
Tantangan yang paling berat sebagaimana disampaikan Abraham Samad ( pasca bertemu presiden) yaitu adanya upaya pembangkangan dari para oligarki khususnya penegakkan hukum di sektor tambang
Tambang kini menjadi prioritas, sebab potensinya besar, tapi hasilnya minim. MMD (Mahfud MD)Â menghitung sektor tambang jika dikelola dengan baik rakyat akan makmur.
Tapi kemakmuran hanya segelintir elit oligarki, sementara rakyat mayoritas hanya mendapat sampahnya berupa kerusakan alam yang sangat parah dan mendatang bencana.
Prilaku oligarki memang parah, tapi tak tersentuh hukum karena dilindungi elit penguasa, dan kini di era Prabowo oligarki merasa terancam karena presiden akan bertindak tegas, terlihat dari penegasan diberbagai kesempatan.
Penegasan akan menindak oligarki tambang, semakin menggelegar saat tampil di dua Mujahadah. Ini butuh dukungan kuat dari rakyat.
Nampaknya Mujahadah telah mengalirkan energi untuk lebih lantang dan meningkatkan nyali lebih berani menindak tegas oligarki tambang, dan tentu kita berharap benar-benar menjadi kenyataan, bukan sekedar omon omon, bukankah demikian!!(*)





































