
JAKARTA | duta.co – Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan membuka secara resmi Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII Jumat, 24 Juli 2026. Forum lima tahunan yang diinisiasi oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini menjadi ajang konsolidasi akbar sekitar 87 organisasi Islam dari seluruh penjuru Tanah Air. Kegiatan yang bertajuk: Umat Bersatu, Bangsa Berdaulat, Negara Kuat ini rencananya digelar pada 24–26 Juli 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta.
Wakil Ketua Umum MUI sekaligus Ketua Steering Committee (SC) KUII VIII, KH Marsudi Syuhud, mengonfirmasi kehadiran orang nomor satu di Indonesia tersebut pada hari pertama pelaksanaan kongres. “Pada acara itu nanti akan dibuka oleh Presiden, yaitu pada tanggal 24 Juli kira-kira jam 16.00 WIB. Setelah itu dilanjutkan dengan sidang pleno-pleno,” terang Kiai Marsudi di Jakarta.
Kiai Marsudi menjelaskan, KUII merupakan amanat organisasi yang diselenggarakan minimal satu kali dalam lima tahun. Sebagai rumah besar umat Islam Indonesia, MUI memiliki tanggung jawab moral dan organisatoris untuk memfasilitasi musyawarah besar ini.
Dia menyebut, Kongres Umat Islam Indonesia ini akan diikuti oleh organisasi-organisasi Islam yang jumlahnya kurang lebih 87 organisasi. “Mengapa dilakukan oleh MUI? Karena organisasi-organisasi Islam itu berada dalam satu umbrella, satu rumah besar, yaitu Majelis Ulama Indonesia,” kata dia menegaskan.
Lebih lanjut, Kiai Marsudi menegaskan bahwa KUII VIII bukan sebatas agenda seremonial berkumpulnya para tokoh. Forum ini dirancang sebagai ruang dialog kritis dan strategis untuk menyumbang gagasan nyata kepada pemerintah. “Membangun bangsa adalah sebuah keharusan. Maka kritik itu biasa jika nanti di dalam kongres ini ada masukan-masukan terhadap pemerintah,” ujarnya.
Rangkaian sidang pleno selama tiga hari menghadirkan deretan menteri kabinet, pimpinan lembaga negara, aparat penegak hukum, hingga akademisi lintas disiplin. (mui)




































