WAWANCARA : Prayitno Trilaksono MPd saat diwawancai berbagai media. (duta.co/dedik ahmad)

MALANG | duta.co -Universitas Islam Malang (Unisma) tidak hanya berprestasi di dalam negeri, namun di mancanegara juga. Salah satunya melalui dosen berprestasi yang terpilih melalui seleksi ketat Kemendikbud menjadi pengajar di Thailand dan Uzbekistan.

Berawal lolosnya seleksi di Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan (PPSDP),  yang diselenggarakan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) 2016 lalu, Prayitno Trilaksono MPd, dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) jurusan Bahasa Indonesia Unisma, menghantarkan ia mengajar di dua negara berbeda.

“Program dari Kemendikbud ini yang memberi kesempatan pada dosen bahasa Indonesia untuk mengajar di beberapa universitas luar negeri,” ungkapnya.

Awal tugas Prayitno mengajar di salah satu universitas ternama di Bangkok. Setelah itu ia dipanggil lagi untuk mengajar di 2 universitas sekaligus Uzbekistan, yang memang mempunyai program mata kuliah bahasa Indonesia yang sedang kekurangan tenaga pengajar. Dengan mahasiswa yang lumayan banyak, sekitar 350 mahasiswa. Ini lantaran peminat belajar bahasa Indonesia di negara pecahan Unisoviet cukup tinggi.

Pemerintah Uzbekistan sendiri sedang berupaya ingin dikenal sebagai negara yang memiliki wisata religi. Dimana hampir tiap minggu rombongan orang Indonesia selalu ada yang berkunjung ke makam-makam perawi hadis, seperti Al Bukhari, At Tirmizi, dan Turmudzi.

“Peluang ini nampaknya ditangkap oleh Pemerintah Uzbekistan untuk mengoptimalkan peluang ini dengan menjadikan mahasiswanya sebagai tour agen ataupun guide,” papar pria kelahiran Lumajang ini.

Ditanya kendala dan kesulitan yang dihadapi, Prayitno menjelaskan, bahwa ia harus belajar bahasa Rusia terlebih dahulu, karena para mahasiswanya tidak paham bahasa Inggris dan hanya mengenal bahasa Rusia. Begitu juga di Thailand, pria bertanggal lahir 27 Agustus ini harus belajar bahasa Thailand terlebih dahulu.

“Dibukanya Ekonomi Asean membuat orang-orang Thailand ingin ekspansi produk mereka, hingga orang Thailand sangat antusias belajar semua bahasa negara-negara di Asean, tak terkecuali bahasa Indonesia. Tapi sayangnya di negera kita tidak seperti itu.” tuturnya dengan nada kecewa. dah

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry