Mahasiswa keperawatan Unusa sedang melakukan praktik di rumah sakit sebelum kasus Covid-19 tahap dua kembali merebak. DUTA/ist

SURABAYA | duta.co — Keselamatan dan Kesehatan mahasiswa dan tenaga pendidik tetap menjadi prioritas Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa). Karena itu, pertemuan tatap muka masih belum bisa dilaksanakan hingga kini.

Praktikum yang seharusnya mulai dan sedang digelar juga dihentikan. Walau praktikum sangat penting bagi mahasiswa keperawatan dan profesi Ners serta kebidanan. Karena praktikum di rumah sakit akan memberikan kompetensi keahlian bagi mahasiswa.

Dekan Fakultas Keperawatan dan Kebidanan (FKK) Unusa, Khamida mengatakan sebagian mahasiswa sudah praktik di rumah sakit dan sebagian lagi hanya separuh melakukannya. Namun ada juga yang belum melakukannya.

Semua itu, karena adanya serbuan kasus di gelombang kedua pandemi Covid-19 ini. “Bagi mahasiswa Ners, saat kasus di Bangkalan itu mencuat, sudah tinggal seminggu praktikum di rumah sakit. Sehingga seminggu itu diteruskan dan tidak menjadi masalah. Praktikum di rumah sakit sudah beres dilakukan,” ujar Khamida, Senin (12/7/2021).

Info Lebih Lengkap Buka Website Resmi Unusa

Bagi program studi Profesi Ners, kata Khamida saat ini tinggal menunggu pelatihan BTCLS (Basic Trauma Cardiac Life Support) untuk penanganan kegawatdaruratan akibat trauma dan gangguan cardiovaskuler.

“Karena kondisi tidak memungkinkan, pelatihan ini digelar secara daring. Jadi tidak masalah walau sebenarnya kalau tatap muka lebih bagus,” tandasnya.

Untuk mahasisw D3 Keperawatan, saat serbuan gelombang kedua kasus Covid-19, posisi memang sedang praktik di rumah sakit. Tapi, dari pihak rumah sakit meminta agar mahasiswa ditarik mundur karena risiko yang sangat besar.

“Mahasiswa seharusnya tiga bulan praktik, ini baru satu bulan, itu pun waktu jam praktiknya juga dikurangi. Tapi setidaknya mereka sudah mencicipi praktik di rumah sakit. Kalau kondisi sudah aman dan masih ada waktu, nanti akan kami lanjutkan praktik di rumah sakit tapi kalau tidak kami akan masuk laboratorium,” jelas Khamida.

Namun, karena praktik D3 Keperawatan dan D3 Kebidanan dibagi dalam dua gelombang, maka gelombang yang kedua sampai saat ini masih belum bisa mencicipi praktik di rumah sakit.

“Tapi bagi D3 Kebidanan kalau di rumah sakit tetap tidak memungkinkan, nanti kami arahkan ke praktik bidan swasta. Karena di sana relatif lebih aman karena tidak campur dengan pasien umum lainnya,” tutur Khamida.

Dengan cara begitu, diharapkan mahasiswa FKK Unusa tetap memiliki keterampilan yang memadai. Sehingga walau menempuh pendidikan di masa pandemi, tapi kualitas dan kuantitas lulusan tidak akan berkurang. end/ril

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry