JAKARTA I duta. co –  Penampilan capres cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto – Sandiaga Salahuddin Uno dalam Debat Capres di Hotel Bidakara Jakarta Kamis 17 Januari 2019 malam banyak dipuji masyarakat. Termasuk di dunia maya, seperti facebook dan twitter, di mana para netizen menilai Prabowo-Sandi tenang berwibawa tapi tegas dan rendah hati. Bahkan Prabowo-Sandi mengkritik Jokowi yang menjadi presiden selama  empat tahun tapi gagal menegakkan hukum dan  mensejahterakan masyarakat dengan cara santun. Tanpa spesifik menyerang dengan kasus, seperti kasus yang menimpa penyidik KPK Novel Baswedan yang hingga kini belum terungkap siapa pelakunya. Sandiaga terlihat cerdas dengan menyampaikan fakta yang ditemui di masyarakat tentang kondisi mereka yang belum mendapat keadilan  hukum dan ekonomi.
Sebaliknya Jokowi tampak emosional. Petahana ini menyerang dengan pertanyaan yang tidak ada relevansinya dengan tema debat soal penegakan hukum, HAM, korupsi, dan terorisme. Jokowi menyerang Prabowo dengan bias gender ketika mengungkap bahwa Gerindra tidak banyak menempatkan kader perempuan di jajaran partai. Padahal ada Rachmawati Soekarnoputri sebagai Waketum Partai Gerindra.
Jokowi mempertanyakan konsistensi Prabowo Subianto dalam kebijakan berprespektif gender. Jokowi mencatat tak banyak perempuan menjabat posisi strategis di parpol pengusung Prabowo-Sandiaga.
“Dalam visi-misi Bapak menyebutkan bahwa setiap kebijakan akan berprespektif gender dan pemberdayaan perempuan, akan memprioritaskan pemberdayaan perempuan. Tapi saya melihat dalam struktur partai yang bapak pimpin seperti ketua umum, ketua dewan pembina, ketua dewan pakar, ketua harian, semuanya laki-laki. bagimana bapak menjawab inkonsistensi ini,” tanya Jokowi dalam debat Pilpres di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019).

Prabowo pun menjelaskan bahwa partainya masih muda. Di usia ke 10 tahun dijelaskannya pengurus dipilih berdasarkan kapabilitas.

“Saat penyusunan tentunya kita memilih dan menunjuk siapa yang paling pertama dan paling mau untuk muncul. Tetapi di beberapa eselon seperti wakil ketua umum kita punya Ibu Rachmawati Soekarnoputri, kami juga punya sayap partai yang namanya perempuan Indonesia raya,” ungkap Prabowo.
“Kemudian di caleg UU mewajibkan 30 persen perempuan, kita mungkin mendekati 40 persen dan itu tekad kami,” jelasnya.
Jokowi juga menyerang dengan memaparkan data ICW,  bahwa ada koruptor yang jadi caleg Gerindra. Prabowo pun meluruskan bahwa semua pada akhirnya tergantung pada KPU dan masyarakat yang akan memilih mereka.
Yang juga menjadi sorotan adalah penampilan KH Ma’ruf Amin yang lebih banyak diam. Kiai Ma’ruf antara lain sempat bicara soal penanganan kasus terorisme.
Suasana Segar
Ada momen menarik di tengah suasana debat Pilpres  perdana. Ada momen di mana Prabowo hendak mencoba bertanya ke moderator untuk menjawab pertanyaan Jokowi lalu berujung rangkulan si calon wakil Sandiaga Uno. Suasana tegang pun mencair berubar segar.
Peristiwa itu bermula saat capres Jokowi mengulangi pertanyannya mengenai jumlah mantan napi korupsi yang maju dalam Pileg dari Partai Gerindra. Jokowi bertanya karena pencalegan itu diteken oleh seorang Ketum dalam hal ini Prabowo dan Sekjen.
“Mohon maaf, maksud saya mantan napi korupsi yang bapak calonkan sebagai caleg di Gerindra itu berdasarkan data ICW ada enam yang diteken oleh Ketum dan Sekjen.. ,” lalu pertanyaan Jokowi terhenti.
Pertanyaan Jokowi terhenti lantaran Prabowo mengangkat tangan dengan bertanya kepada moderator ‘boleh saya menanggapi?’. Pertanyaan Prabowo itu dijawab ‘tidak boleh’ oleh moderator. Prabowo pun menghormati moderator.
Sontak kemudian para tamu tertawa. Lalu Prabowo menunjukkan gestur joget kecil di atas panggung sembari tersenyum. Sandiaga yang berada di sebelahnya lalu merangkul dan melakukan gerakan memijit-mijit bahu Prabowo. Sejumlah tamu tertawa melihat peristiwa ini.

Tak lama kemudian, Jokowi dipersilakan moderator untuk melanjutkan pertanyannya mengenai jumlah eks napi korupsi di Gerindra yang kemudian dijawab Prabowo.

Prabowo Subianto mengatakan tak jadi masalah jika seseorang yang sudah diproses hukum mencalonkan kembali menjadi anggota legislatif. Apalagi, menurut Prabowo, jika seseorang itu mempunyai kelebihan dan dihendaki oleh rakyat.
“Kalau kasus itu sudah melalui proses, dia sudah dihukum dan kalau memang hukum mengizinkan, kalau dia masih bisa dan rakyat menghendaki dia karena dia mempunyai kelebihan-kelebihan lain, mungkin korupsinya juga nggak seberapa, mungkin dia…,” kata Prabowo dalam debat Pilpres 2019 di Hotel Bidakara, Jaksel, Kamis (17/1/2019). (hud/det)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.