JAKARTA | duta.co  –  Calon Presiden Prabowo Subianto dan Calon Wakil Presiden Sandiaga Salahuddin Uno menggetarkan Indonesia saat menyampaikan pidato kebangsaan yang digelar di Plenary Hall JCC, Jakarta, Senin (14/1/2019) malam. Prabowo mengkritisi total salah urus negara yang dilakukan Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Sebelum memulai bagian inti pidato kebangsaan, Prabowo lebih dulu menyapa sejumlah tokoh dan tamu undangan yang hadir. Secara khusus dia menyampaikan terima kasih kepada Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Majelis Kehormatan PAN Amien Rais, yang dianggapnya sebagai mentornya.
“Selamat malam. Yang saya hormati tokoh-tokoh bangsa yang hadir pada malam hari ini. Mentor, senior saya, Presiden Republik Indonesia yang keenam, Jenderal TNI Prof Dr Susilo Bambang Yudhoyono,” kata Prabowo.
Setelah menyambut SBY, Prabowo kemudian menyapa Amien Rais.
“Yang saya hormati bapak reformasi, guru saya juga, mentor, Haji Muhammad Amien Rais,” kata Prabowo.
Selanjutnya Prabowo menyapa Ketua MPR RI yang juga merupakan Ketum PAN Zulkifli Hasan, Ketua Dewan Syuro PKS Salim Segaf, Presiden PKS Sohibul Iman, serta perwakilan Partai Berkarya, Titiek Soeharto dan para tokoh nasional lain.
Prabowo  mengawali pidatonya dengan sebuah sajak dari kantong baju seorang perwira.
“Sajak ini ditemukan di kantong baju seorang perwira muda yang gugur dalam pertempuran di Banten tahun 1946,” kata Prabowo dalam paparan visi-misi ‘Indonesia Menang’ di JCC, Senayan, Jakarta, Senin (14/1/2019) malam.
Prabowo pun membacakan sajak sebagai berikut:
Kita tidak sendirian
Beribu-ribu orang bergantung kepada kita
Rakyat yang tak pernah kita kenal, rakyat yang mungkin tak akan pernah kita kenal
Tetapi, apa yang kita lakukan sekarang akan menentukan apa yang terjadi pada mereka.
Prabowo lantas berbicara tentang visi-misi Prabowo-Sandiaga. Ia menyebut negara Indonesia sebagai negara yang kalah.
“Negara seperti inikah yang kita inginkan? Negara yang utang untuk membayar gaji, negara yang membiarkan BUMN yang lahir dalam perang Indonesia,  sekarang dalam keadaan yang bangkrut,” katanya.
Prabowo lalu berbicara mengenai kunjungannya ke beberapa daerah. Dia mengaku menemukan petani-petani yang bersedih karena ada impor saat mereka panen.
“Saya juga baru datang dari Klaten, di situ petani-petani beras bersedih karena, saat mereka panen, beberapa bulan yang lalu banjir beras dari luar negeri!” katanya.

Bukan hanya petani beras, Prabowo menyebut petani tebu juga sedih. Kesedihan itu, kata Prabowo, lagi-lagi karena impor pada musim panen.

“Saya juga baru-baru ini dari Jatim, di sana banyak petani tebu yang bersedih karena saat mereka panen, banjir gula dari luar negeri. Sementara itu, banyak emak-emak kita di mana-mana mengeluh harga-harga sudah tidak terkendali dan tidak terjangkau,” ucapnya.
Prabowo lalu memerinci harga-harga barang yang menurutnya tidak terjangkau. “Harga telur, harga daging, harga beras sudah sangat berat dirasakan oleh rakyat kita. Bagaimana bisa di republik ini harga gula tiga kali lebih mahal daripada harga dunia!” katanya.
Ketua Umum Partai Gerindra itu kembali menceritakan kesedihan para petani. Kali ini, menurutnya, petani garam yang bersedih. Prabowo juga heran karena bangsa ini mengimpor bahan-bahan pokok yang bisa diproduksi dalam negeri.
“Saudara-saudara sekalian, pada saat petani garam juga mengalami kesulitan, banjir garam dari luar negeri. Saudara-saudara, kita impor semua bahan-bahan pangan yang mampu diproduksi oleh rakyat kita sendiri. Saudara-saudara, kadang-kadang kita heran apakah ada pemerintah yang seperti sekarang seolah-olah membiarkan rakyatnya sendiri tidak dibela. Saudara-saudara sekalian, inikah negara yang kita cita-citakan dan diperjuangkan oleh para pendiri bangsa kita?” katanya.
Menurut Prabowo, Indonesia harus jadi bangsa pemenang.
“Visi-misi kami, kami beri nama visi-misi Indonesia Menang. Indonesia harus menang. Kita tidak boleh jadi bangsa yang kalah!” katanya.
Prabowo menegaskan Indonesia tidak boleh menjadi bangsa peminta-minta. Prabowo juga menyinggung soal utang.
“Kita tidak boleh menjadi bangsa yang minta-minta, kita tidak mau jadi bangsa yang utang, utang, utang terus! Kita tidak mau jadi bangsa yang tidak mampu membela rakyatnya sendiri!” tegas Prabowo berapi-api.
Bagaimana Prabowo mewujudkan Indonesia menang? Dia mengaku punya cara.
“Untuk mewujudkan Indonesia menang, kita akan menjalankan strategi khusus,” katanya.
Prabowo juga berbicara tentang fungsi intelijen di tengah-tengah pidato kebangsaannya sebagai bentuk pemaparan visi-misi. Dia mengingatkan bahwa tugas intelijen adalah memata-matai musuh negara.
Awalnya, Prabowo berbicara tentang syarat-syarat Indonesia menjadi negara yang kokoh. Salah satunya adalah lembaga yang kuat. Dia mengatakan perlu adanya hakim, jaksa, polisi, serta intelijen yang unggul dan jujur.
“Intelijen itu intelin musuh negara, jangan intelin mantan Presiden Republik Indonesia,” katanya.
Dia juga kembali menyindir intelijen sambil menyinggung tamu-tamunya yang hadir, yaitu mantan Ketua MPR Amien Rais, Rachmawati Soekarnoputri, dan Ketua BPN Prabowo-Sandi, Djoko Santoso, yang merupakan mantan Panglima TNI.
“Jangan intelin mantan Ketua MPR RI, jangan intelin anak proklamator kita, jangan intelin mantan Panglima TNI, jangan intelin ulama-ulama besar kita,” ucapnya.
“Kalau mau intelin mantan Pangkostrad, nggak apa-apa,” sambung Prabowo, yang merupakan mantan Pangkostrad.
Wis Wayae…
Sementara itu, Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno menjadi pembuka pidato kebangsaan capres Prabowo Subianto. Sandiaga mengawali pernyataannya soal 1.000 titik lebih kunjungannya.
Sandiaga naik panggung sekitar pukul 19.30 WIB. Sebelum berpidato, diputar video kilas balik perjalanannya menemui warga di lebih dari 1.000 titik.
“Alhamdulillah, Pak Prabowo dan saya dapat kehormatan menjelajahi 1.000 titik kunjungan ke masyarakat selama 4 bulan terakhir. Jarak tempuhnya tiga kali lebih melingkar bumi, berjuta orang sudah kami temui, berdialog, menyimak mulai curhatan emak-emak di pasar tradisional. Emak-emak mana suaranya,” kata Sandiaga di JCC Plenary Hall, Jakarta, Senin (14/1/2019).
Sandiaga lalu menyapa kalangan milenial, petani, pedagang pasar, buruh, driver ojek dan taksi online, pengusaha UMKM, nelayan, warga desa, dan elemen masyarakat lainnya. Sandi berbicara tentang kekayaan Indonesia dan potensi sumber daya manusianya. Namun sayangnya, kata Sandi, masih banyak permasalahan.
“Kesempatan untuk maju belum terbuka luas untuk sebagian besar anak bangsa. Sudah saatnya, wis wayahe, kita bangun optimisme, pupuk semangat kerja cerdas, penuh ikhlas menangkan rakyat Indonesia,” ujar Sandi.
Sandiaga lalu memanggil Prabowo Subianto, yang akan menyampaikan pidato kebangsaan bertema ‘Indonesia Menang’. Prabowo akan menyampaikan visi-misinya.
“Di hari yang bersejarah ini, mari kita simak visi-misi Indonesia Menang dari Presiden Indonesia 2019-2024 insyaallah,” ujar Sandiaga. (wis/dt)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.