SURABAYA | duta.co  –  Kalau saja pilpres digelar sekarang La Nyalla M. Mattalitti akan malu besar. Pasalnya capres dan cawapres Prabowo-Sandi menang di Madura versi survei The Initiative Institute. Padahal, La Nyalla sesumbar Prabowo kalah di Madura.
“Kami tidak percaya sesumbar orang seperti La Nyalla. Kami akan buktikan Madura tetap Prabowo Sandi.  Untuk Jatim memang Jokowi unggul tapi tipis. Bukan seperti survei Initiative itu. Tahun depan pasti terkejar. Tunggu saja  awal tahun 2019,” kata Subandi, warga Bangkalan kader Gerindra, Selasa 18 Desember 2018.
Elektabilitas pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berada di bawah pasangan Jokowi-Ma’ruf di Jawa Timur, pada 5 bulan jelang pemungutan suara Pilpres 2019.
Pasangan nomor urut 02 itu hanya unggul atas pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin di Pulau Madura.
Hasil survei The Initiative Institute yang digelar 10-18 Oktober kepada 5.500 responden yang menyebar di 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur menyebut, elektabilitas pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin unggul dengan angka 57,7 persen, sementara pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 19,7 persen.
“Jumlah swing voters lebih tinggi dari angka pendukung Prabowo-Sandi, yakni 21,1 persen,” kata CEO The Initiative Institute, Airlangga Pribadi, Senin,(17/12/2018).
Sementara, pasangan Prabowo-Sandi unggul di sejumlah daerah di Madura yakni Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan, dengan angka 43 persen.
Pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin mendapatkan angka 20,5 persen, sementara swing votersmencapai 36,5 persen. Airlangga mengatakan, lemahnya elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin di Madura karena selain swing voters yang tinggi, juga karena tidak adanya fatwa ulama untuk menguatkan pilihan kepada Jokowi-Ma’ruf Amin.
“Di Madura, dukungan ulama sangat penting,” ujar dia.
Di 3 wilayah kultur lainnya, Jokowi-Ma’ruf Amin tercatat unggul. Di wilayah yang meliputi Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Lamongan, Mojokerto, Jombang, dan Malang Raya, Jokowi-Ma’ruf Amin unggul 72,2 persen, Prabowo-Sandi 17,5 persen, dan swing voters10,3 persen.
Subandi mengatakan, memang Prabowo harus kerja keras. Sebab pergerakan dukungannya terus meningkat. “Bila santai saja ya kalah. Tapi kami kerja keras meyakinkan rakyat,” katanya.  (wis)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.