SURABAYA | duta.co — Ketua SCWI (Surabaya Corruption Watch Indonesia) Hari Cipto Wiyono, SH mengaku heran dengan sejumlah kebijakan Presiden Prabowo. Pertama soal perjanjian ekonomi Indonesia dengan Amerika Serikat. Bukan cuma makanan halal, data sekitar 280 juta juga diikhlaskan mengalir ke server Amerika. Kedua, kebijakan dalam negeri yang awut-awutan.

“Ini gila. Membaca pasal-pasal perjanjian ekonomi Indonesia dengan AS, benar-benar gila. Bagaimana data 280 WNI boleh disedot semaunya oleh AS. Kedua, MBG, kok ada telor plus kotoran ayamnya,” kata Hari Cipto Wiyono, SH kepada duta.co, Jumat (27/2/26).

Menurut Cipto, warning dari tokoh-tokoh WNI sudah begitu banyak. Tetapi, semua dianggap angin lalu. “Saya juga membaca tulisan panjang ibu Idja Latuconsina dari Utrecht, Belanda. Dan, benar kata Gus Dur, Prabowo itu orangnya ikhlas. Ikhlas menyerahkan bangsanya dijajah asing. Pidatonya sangat anti asing, tapi, sekitarnya orang asing,” jelasnya.

Semua pakar ekonomi kaget. Bahwa perjanjian itu, di setiap pasalnya, setiap lampiran, setiap catatan kaki bermasalah. “Catatan ibu Idja sangat menarik. Dia menulis bukan dari satu pasal yang mengejutkan, melainkan karena apa yang tersembunyi di balik bahasa diplomatik yang sopan itu, secara keseluruhan, jauh lebih besar dari sekadar soal tarif,” tegasnya.

Belum lagi programnya yang awut-awutan. Cipto merujuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Saya setuju dengan Ketua BEM UGM, bahwa, MBG lebih pada Maling Berkedok Gizi. Berapa anak kita yang keracunan, sudah begitu dibilang bergizi, apanya yang bergizi. Gratis, apanya yan gratis. Terbaru kabarnya ada telor terdapat kotoran ayamnya,” lanjutnya.

Laporan detikjatim, di Kabupaten Tulungagung, heboh menu telur program makan bergizi gratis (MBG) untuk siswa salah satu sekolah dasar (SD) di Jawa Timur (Jatim) terdapat kotoran ayamnya. Ketua Satgas MBG Tulungagung, Bagus Kuncoro akan melaporkan keluhan tersebut ke Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Tulungagung. “Kita laporkan ke korwil BGN Tulungagung,” kata Bagus dilansir detikjatim, Kamis (26/2/2026).

Salah seorang warga Herlambang, mengatakan hari ini keponakanya mendapatkan menu MBG berupa telur, roti, susu dan salad buah. Namun, pada telur terdapat kotoran ayamnya. “Tapi telur yang diberikan masih ada kotoran ayamnya. Bagaimana ini, masak telur seperti ini diberikan kepada anak-anak, apa tidak cuci,” kata Herlambang.

Pihaknya khawatir jika telur tersebut tetap dikonsumsi justru akan menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan. Terlebih kondisi telur telah retak. “Tolong pihak SPPG lebih memperhatikan lagi terhadap menu yang disajikan. Kalau hal seperti ini dibiarkan maka program pemerintah pusat terkesan gagal. Di atas tujuannya baik, namun pelaksanaannya seperti ini,” ujarnya.

“Ini menandakan ‘keikhlasan’ dia. Presiden tidak ambil pusing bagaimana nasib anak-anak kita. Padahal duit ratusan triliun dikuras untuk itu. Begitu kok gratis,” pungkas Cipto. (mky)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry