JOMBANG | duta.co – PPHQ (Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an) terus memantapkan mutu kwalitasnya. Senin (5/2) malam, ratusan santri Hamalatul Qur’an menggelar acara penyambutan sejumlah santri HQ  yang telah belajar khusus di Pusat Studi Al Qur’an  (PSQ)  yang diasuh Prof Dr Quraish Shihab di Jakarta.

“Kita sambut kehadiran Santri HQ yang telah belajar selama enam bulan di PSQ, semoga ilmu para santri yang baru datang bermanfaat,” demikian Kiai Ainul Yaqin pengasuh Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an.

Dalam sambutannya,  Kiai Yaqin memberi semangat kepada santri. “Kita harus bersemangat,  bahwa para santri senior yang telah belajar di PSQ dari mulai angkatan ke 13 sampai 16 siap mengamalkan ilmunya,” jelasnya.

Ia member contoh. “Dengan Nabi Muhammad kita tidak mengenal, tetapi kita mengenalnya dari kalimah sahadat, mengamalkan dengan shalawat,” katanya lagi.

Untuk santri yang baru datang, katanya, saya ucapkan selamat. Ibarat orang hamil, apa yang dikosumsi santri HQ harus diatur sedemikian rupa, jangan seperti istilah di film si unyil galadakan (segala ada di makan).

“Kata si unyil tidak boleh galadakan, hamilul Qur’an mengandung, Hamilul Qur’an lafdhon wa ma’nan, menguasai ilmu yang dibutuhkan, tahapan karsa, tahfidnya cepat, di sini al qur’an itu tidak dikurangi dan tidak ditambahi. Matras Al Qur’an dari Syeh Mahmud Cholil Al Chusori. Kita terasa enjoy, kita enak mendengarkannya, maka kita gampang menghafal,” katanya lagi.

Terkait fashoha, “Fashoha kita menjiplak PP Tebuireng. Karena harus ada fashoha, saya memburu referensi sendiri, ternyata ada di balaghoh, pengucapan tidak cedal, Fashoha di ilmu tajwid, fashoha di ilmu sorof, Fashoha menurut ilmu nahwu, Fashoha menurut ilmu balaghoh, sehingga menghafalnya tidak lama lama,” jelas Kiai Yaqin mantap. (mu)

Tinggalkan Balasan