(ki-ka) Omar Sjawaldy Anwar selaku Presiden Direktur Prudential Syariah berbincang dengan ML Triwardhany selaku Presiden Direktur Prudential Indonesia; dan Nic Nicandrou dan Chief Executive Prudential Asia & Africa, dalam acara peluncuran Prudential Syariah, Selasa (5/4/2022). DUTA/ist

SURABAYA | duta.co – PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) sudah berdiri sendiri, tidak lagi menjadi Unit Usaha Syariah (UUS) PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia), Selasa (5/4/2022).

Dengan berdirinya Prudential Syariah menjadikan Prudential sebagai perusahaan asuransi jiwa berskala internasional pertama yang mendirikan entitas asuransi jiwa Syariah tersendiri untuk fokus melayani pasar Syariah di Indonesia yang terus berkembang dengan cepat.

Langkah ini menegaskan komitmen Prudential untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Syariah Indonesia dan visi negara menjadi pusat ekonomi Syariah global.

Sejak pertama kali didirikan pada 2007 lalu, performa Unit Usaha Syariah ((UUS) Prudential Indonesia terus berkembang.

Tahun lalu, Prudential Indonesia semakin memperluas jangkauan distribusi produk Syariah melalui kemitraan strategis bancassurance dengan Standard Chartered Indonesia dan UOB Indonesia. Juga berkolaborasi dengan mitra-mitra digital dan memanfaatkan platform digital perusahaan untuk membuat solusi Syariah lebih mudah diakses masyarakat.

Presiden Direktur Prudential Indonesia, ML Triwardhanymengatakan Prudential berkomitmen untuk berkolaborasi dengan pemerintah dalam menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia.

Dikatakan Dhany, panggilan akrab Triwardhany, Prudential Syariah merefleksikan kuatnya komitmen dan fokus perusahaan dalam melayani pasar syariah untuk menopang pertumbuhan dan meningkatkan kontribusi ekonomi syariah nasional.

Diakui Dhany, potensi pasar syariah di Indonesia masih sangat besar. Apalagi, Indonesia menjadi negara dengan penduduk muslim terbesar yakni 230 juta atau 80 persen dari total penduduk Indonesia.

Namun, disayangkan penetrasi syariah masih sangat kecil terutama untuk asuransi syariah, yakni 0,16 persen.

“Jadi potensinya sangat luar biasa. Sehingga kami yakin ke depan akan semakin berkembang. Apalagi kami didukung oleh 130 ribu agen di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Dengan market share sebesar 29 persen, juga menjadi alasan kuat bagi Prudential untuk melakukan spin off Prudential Syariah ini.

“Melalui pengalaman panjang dan rekam jejak yang sudah teruji, Prudential Indonesia akan senantiasa mendukung Prudential Syariah. Bersama-sama, kami akan membangun fondasi yang telah dibangun selama 14 tahun terakhir untuk terus mewujudkan tujuan kami, yaitu membantu lebih banyak masyarakat Indonesia mendapatkan yang terbaik dalam kehidupannya,” ungkap Dhany.

Dengan 49 pilihan produk, Omar Sjawaldy Anwar selaku Presiden Direktur Prudential Syariah, mengatakan, dengan mengutamakan prinsip ‘Syariah untuk Semua’, pendirian Prudential Syariah akan semakin meningkatkan kemampuan dalam menghadirkan berbagai solusi kesehatan dan finansial yang komprehensif, terjangkau serta sesuai dengan pilihan hati masyarakat.

“Didukung oleh kapabilitas produk dan jaringan distribusi multi-kanal yang kuat, kami memiliki posisi yang kuat untuk mengembangkan bisnis Syariah dan memperluas jangkauan kami ke masyarakat. Kami sangat optimistis dengan prospek industri Syariah di Indonesia dan berkomitmen penuh untuk mengambil peran utama dalam mendorong perkembangan ekonomi Syariah Indonesia,” tukasnya.

Untuk meningkatkan literasi asuransi dalam masyarakat, termasuk asuransi jiwa Syariah, Prudential Syariah meluncurkan Sharia Knowledge Centre (SKC). SKC merupakan merupakan pusat edukasi digital beragam solusi keuangan Syariah, serta menjadi platform diskusi dan kolaborasi untuk inovasi dan pengembangan produk dan layanan keuangan Syariah, terutama asuransi jiwa Syariah. SKC merupakan bentuk kontribusi Prudential Syariah untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan Syariah di Indonesia.

Peluncuran Prudential Syariah ini juga dihadiri Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin, pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), serta Masyarakat Ekonomi Syariah (MES).

Dalam pidatonya, Wapres mengatakan, kinerja ekonomi dan Syariah Indonesia menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun hingga kini menduduki posisi ke-4 dunia dan total aset dalam kelolaan industri Syariah terus meningkat hingga pada 2021 mencapai 17%.

“Insya Allah Prudential Syariah dapat turut menjadi bagian dari solusi kebutuhan perlindungan risiko dan memberikan nilai tambah pada publik sekaligus menjadi pendorong laju era baru industri syariah di Indonesia serta mendukung komitmen pemerintah Indonesia untuk menjadi pusat ekonomi syariah dunia,” tukasnya. ril/end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry