
SURABAYA | duta.co – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur (Jatim) Harisandi Savari menyoroti pentingnya optimalisasi sistem bagi hasil serta peningkatan partisipasi daerah dalam pengelolaan minyak dan gas bumi (migas). Menurutnya, potensi migas di wilayah Madura masih sangat besar dan belum dimanfaatkan secara maksimal.
Harisandi menilai, porsi bagi hasil yang diterima daerah perlu dioptimalkan. Pasalnya, kekayaan migas di Madura seharusnya tidak hanya menjadi sumber keuntungan bagi pemerintah pusat atau korporasi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat setempat.
“Kami melihat migas sebagai potensi besar untuk mengangkat ekonomi lokal, terutama jika bagi hasil dan partisipasi pengelolaan migas benar-benar dimaksimalkan,” ujarnya, politisi asal PKS itu, Jumat (9/1/2026).
Ia menjelaskan, keterlibatan daerah melalui skema Participating Interest (PI) yang saat ini berada di kisaran 9–10 persen di sejumlah wilayah perlu terus dioptimalkan agar mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah.
Dengan meningkatnya PI, pemerintah kabupaten maupun provinsi berpeluang memperoleh tambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Jika PAD meningkat, maka ruang fiskal daerah juga semakin luas. Ini bisa dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan publik, hingga program pemberdayaan ekonomi masyarakat,” jelas legislator PKS tersebut.
Harisandi menegaskan, DPRD Jawa Timur terus mendorong agar industri migas benar-benar menjadi pengungkit kesejahteraan masyarakat Madura. Ia menilai, selama ini masih terdapat persepsi bahwa Madura hanya menjadi wilayah eksplorasi, sementara manfaat ekonominya justru lebih banyak mengalir ke luar daerah.
“Kami ingin menghapus pandangan negatif itu. Madura tidak boleh hanya menjadi penonton. Hasil migas harus kembali ke rakyat, baik melalui pembangunan fasilitas publik maupun peningkatan kualitas layanan masyarakat,” tegasnya.
Ia pun berharap terjalin sinergi yang lebih kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan industri migas, sehingga potensi energi di Madura benar-benar dapat menjadi berkah bagi masyarakat lokal dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di Jawa Timur. (rud)






































