PRODUK : Prani Riniwati, direktur PT Jade Development  menjelaskan dua produk barunya Batara dan Bima. (duta.co/dok)

SURABAYA | duta.co -Potensi pasar property kelas menengah menjadi incaran pengembang melakukan ekspansi.  Seperti yang dilakukan PT Jade Development. Setelah sukses memasarkan empat tipe di perumahan Jade Sudimoro, Tulangan Sidoarjo, PT Jade Development merilis dua tipe terbaru, Batara dan Bima.

Prani Riniwati, direktur PT Jade Development  mengatakan hingga saat ini kebutuhan rumah kelas middle di Sidoarjo masih cukup tinggi. Karena i 200 unit dari tipe Batara dan Bima yakin direspon oleh customer. Diharapkan 200 unit tipe baru ini akan habis tahun ini.

“Ada dua tipe yang dipasarkan, Batara (33/72) dan Bima (44/78). Masing-masing kami pasarkan dengan harga Rp 274 dan Rp 324 juta,” kata Prani Riniwati saat launching tipe Batara dan Bima di hotel Luminor Sidoarjo (7/5).

Prani sangat optimistis selain harganya masih terjangkau juga saat ini kondisi lingkungan sudah hidup. Pasalnya, tahap pertama sebanyak 200 yang terdiri atas empat tipe Amaris, Amarilia, Avaris dan Avalium sudah serah terima. Bahkan sudah banyak yang dihuni.

Selain itu, kali ini pihaknya menggandeng banyak agen property sehigga jangkauan pasarnya lebih luas. Sementara secara legal, semua unit juga sudah split sertifikatnya sehingga sudah tidak perlu diragukan lagi legalitasnya.

“Kami juga disupport banyak bank yang siap menyediakan KPR. Selama ini sekitar 90 persen pembelian disini lewat KPR. Pembangunan kami mulai Juli nanti dan awal tahun depan sudah bisa kami mulai serah terima,” tambah Prani.

Reynaldo Ardian Ciputra, CEO Jade Group mengatakan,  dalam pembangunan dua tipe baru ini pihaknya menggunakan system pembangunan cast in situ yaitu pembangunan dilakukan dengan jumlah besar atau masal dan dindingnya memakai system cor bertulang.

Menurutnya, sistem ini dianggap lebih efisien baik dari sisi waktu dan biaya. Sebab waktu penyelesaian bisa lebih cepat satu bulan dari sistem konvesional. Sedangkan biayanya pihaknya mengaku bisa menghemat hingga 10 persen.

“Kami bangun tidak satu-satu namun langsung satu blok sehingga lebih cepat selesai. Sistem ini juga membuat bangunan lebih kokoh dan relatif tahan gempa,” kata Reynaldo Ardian. (imm)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.