Octavianus Hutapea, ST., M.KKK

Dosen Program Studi D-IV Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Fakultas Kesehatan

Mengapa tempat kerja yang aman dan sehat itu penting?

Jika tempat kerja aman dan sehat, setiap orang dapat melakukan pekerjaan mereka secara efektif dan efisien. Sebaliknya, jika tempat kerja tidak terorganisir dan banyak terdapat bahaya, kerusakan dan absen sakit tak terhindarkan, mengakibatkan hilangnya pendapatan bagi pekerja dan produktivitas berkurang bagi perusahaan.

Menurut ILO, setiap tahun ada lebih dari 250 juta kecelakaan di tempat kerja dan lebih dari 160 juta pekerja menjadi sakit karena bahaya di tempat kerja. Terlebih lagi, 1,2 juta pekerja meninggal akibat kecelakaan dan sakit di tempat kerja. Angka menunjukkan, biaya manusia dan sosial dari produksi terlalu tinggi.

Di masa lalu, kecelakaan dan gangguan kesehatan di tempat kerja dipandang sebagai bagian yang tak terhindarkan dari produksi. Namun, waktu telah berubah. Sekarang ada berbagai standar hukum nasional dan internasional tentang keselamatan dan kesehatan kerja yang harus dipenuhi di tempat kerja. Standar-standar tersebut mencerminkan kesepakatan luas antara pengusaha/pengurus, pekerja dan pemerintah bahwa biaya sosial dan ekonomi dari kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja harus diturunkan.

Tindakan untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja ditempat kerja tidak harus mahal, hal ini perlu dilakukan secara bersama dan merupakan bagian dari komitmen jangka pendek, menengah, dan panjang oleh para pekerja, manajer dan perwakilan mereka. Selain membutuhkan perhatian yang terus menerus, tindakan efektif pada keselamatan dan kesehatan kerja menuntut komitmen bersama dari pekerja dan pengusaha. Pekerja dan pengusaha harus siap untuk menghormati prinsip-prinsip keselamatan dan kesehatan kerja yang diakui dengan baik. Mereka juga harus menjaga, mengikuti dan terus mengevaluasi kebijakan dan praktek-praktek yang ditetapkan. Tingkat komitmen hanya dapat dibangun jika pekerja, supervisor dan manajer bekerja sama untuk menciptakan suatu sistem keselamatan dan kesehatan kerja yang mereka mengerti dan percaya.

Potensi Bahaya dan Risiko Terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Motivasi utama dalam melaksanakan keselamatan dan kesehatan kerja adalah untuk mencegah kecelakaan kerja dan penyakit yang ditimbulkan oleh pekerjaan. Oleh karena itu perlu melihat penyebab dan dampak yang ditimbulkannya. Potensi Bahaya adalah sesuatu yang berpotensi untuk terjadinya insiden yang berakibat pada kerugian. Risiko adalah kombinasi dan konsekuensi suatu kejadian yang berbahaya dan peluang terjadinya kejadian tersebut.

Seperti diketahui, potensi bahaya keselamatan dan kesehatan kerja dapat berupa berbagai bentuk. Terlebih lagi, masing-masing risiko bisa menjadi tinggi atau rendah, tergantung pada tingkat peluang bahaya yang ada.

Risiko yang ditimbulkan dapat berupa berbagai konsekuensi dan dapat dibagi menjadi empat kategori besar, antara lain:

Tabel 1: Potensi bahaya keselamatan dan kesehatan kerja didasarkan pada dampak korban.

Tabel diatas menggambarkan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja mencakup semua dampak kesehatan pada pekerja, dari keselamatan fisik sampai kesejahteraan mental dan sosial serta bahaya/risiko yang ditimbulkannya. Tidak akan mungkin bagi seorang pengusaha untuk mengidentifikasi dan menemukan solusi untuk semua elemen ini tanpa kerjasama dengan tenaga kerja. Inilah salah satu alasan mengapa konsultasi antara pekerja dan manajemen sangat penting.

Dua hal penting yang perlu dipertimbangkan ketika mencoba mengidentifikasi dan mengatasi risiko ditempat kerja adalah:

  1. Tidak semua pekerja sama

Manajemen harus menyediakan lingkungan kerja yang aman untuk pria, wanita, pekerja penyandang cacat dan lain-lain karena kebutuhan setiap kelompok yang mungkin berbeda. Contohnya, mengangkat benda berat selama kehamilan dapat meningkatkan risiko keguguran.

  1. Bahaya keselamatan dan kesehatan kerja

Pelatihan terhadap karyawan sangatlah perlu selain menambah wawasan dan edukasi juga dapat memahami beberapa informasi penting mengenai bahaya yang berpotensi dapat terjadi dilingkungan kerja. Sehingga diharapkan dari pelatihan tersebut muncul ide-ide baru tentang bagaimana setiap bahaya tertentu dapat dikurangi atau dihilangkan.

Namun, penting untuk diingat bahwa praktik keselamatan dan kesehatan kerja yang baik tidak hanya melihat salah satu bahaya, resiko dan cara mengatasinya, tapi bagaiman caranya dapat dikembangkan dengan program yang tersistematis sehingga memungkinkan untuk mengidentifikasi semua bahaya dan risiko serta pola penanggulangannya secara berkelanjutan yang tentunya bergandeng tangan melibatkan kemitraan antara pengusaha/pengurus dengan pekerja. *

 

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry