
SITUBONDO | duta.co – Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, menerima penghargaan bergengsi sebagai Pesantren Transformatif 2025 dari Kementerian Agama RI.
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas peran pesantren dalam menunjukkan nilai-nilai transformasi, dan menjadi jawaban atas dinamika yang sempat mencuat di media sosial.
Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, KHR. Ach Azaim Ibrahimy, mengatakan bahwa penghargaan ini merupakan jawaban atas narasi-narasi negatif yang ingin menjatuhkan ajaran Islam dan pesantren.
“Kita tidak ingin ajaran agama yang mulia ini tercoreng dan termarjinalkan oleh narasi kebencian dari mereka yang melihat pondok pesantren dengan sebelah mata,” ujar KHR Azim.
Sementara, Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menyatakan bahwa penghargaan “Pesantren Transformatif” yang diterima Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo merupakan bukti nyata kontribusi pesantren dalam membangun bangsa.
“Penghargaan ini cukup untuk membungkam kritik-kritik yang selama ini menyerang pesantren. Penghargaan yang di terima Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo ini cukup untuk membungkam ocehan-ocehan orang tak bertanggungjawab yang menyudutkan Ponpes,” kata Bupati Situbondo.
Lebih lanjut, Bupati Situbondo menjelaskan bahwa, transformatif berarti ada perubahan dari satu titik ke titik lainnya, dan pesantren telah membuktikan dirinya sebagai institusi yang mampu bertransformasi dan memberikan dampak besar bagi bangsa.
Bupati Rio berharap penghargaan ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh pondok pesantren di Situbondo untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pendidikannya.
“Saya kira dengan pesantren yang bertransformasi dan berdampak, maka Indonesia akan terus eksis dan Islam di Indonesia akan terus berjaya,” pungkas Bupati Situbondo.
Pewarta: Heru Hartanto
Editor: Nizham Alkafy






































