PONPES: Para pembicara dalam seminar yang membahas Seminar Kemajuan Pembangunan dan Tantangannya, kemrin. (ist)

Surabaya|duta.co-Staf Khusus Presiden bidang ekonomi Prof Dr Ahmad Erani Mustika menegaskan pondok pesantren bisa mendorong untuk menurunkan angka kesenjangan dan kemiskinan.
Penegasan tersebut diungkapkan Erani di Seminar Kemajuan Pembangunan dan Tantangannya di The Alana Hotel, Kamis (21/2) kemarin.
Selain Prof Erani tampil pembicara lainnya adalah Dr Muhamad Anas M Phil, dosen Universitas Brawijaya Malang. Sementara penanggap adalah KH Abdul Hamid MSi (Ponpes Nurul Jadid, Paiton Probolinggo), HM Kusnan SE (ketua koperasi peternakan sapi perah Setia Kawan Nongkojajar), Diah Agus Salim ( Sekretaris MPW Pemuda Pancaslila Jatim) dan Durrul Izza Al Fatawi (Gempita Jatim).
Menurut Prof Erni sedikitnya ada empat alasan mengapa pondok pesantren bisa bisa mendorong untuk menurunkan angka kesenjangan dan kemiskinan.
“ Pertama pondok pesantren dengan perangkatnyabisa mendorong peningkatan SDM baik di ponpes sendiri maupun di luar pesantren,” tegasnya.
Faktor kedua, lanjut doktoral (Ph.D) lulusan di University of Göttingen Jerman ini, asset jejaring yang dimiliki pesantren yang besar serta alumniya luas mampu untuk meminimalkan kesenjangan dan kemiskinan tersebut.
Ia kemudian menyontohkan sejumlah ponpes sudah memiliki lembaga perekonomian dan seperti retail dan lembaga perbankan karena juga dukungan para alumni yang luas.
“ Keempat, pondok pesantren memiliki modal sosial juga juga mampu menjaga distribusi,” tambahnya.
Erani Pria kelahiran Ponorogo tahun 1973 yang menjabat sebagai Dirjen Kemendes itu diangkat sebagai stafsus untuk membantu presiden di bidang ekonomi.
Erani memperoleh gelar sarjana dari Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (IESP) Universitas Brawijaya. Lalu pada 2001 menuntaskan studi post-graduate (MSc) dan 2005 studi doktoral (Ph.D), di University of Göttingen Jerman dengan spesialisasi Ekonomi Kelembagaan.
Menariknya usai seminar digelar deklarasi Pemilu Damai. Tampil sejumlah deklarator dari tokoh yang hadir antara lain, KH Abdul Hamid MSi (Ponpes Nurul Jadid, Paiton Probolinggo), HM Kusnan SE (ketua koperasi peternakan sapi perah Setia Kawan Nongkojajar), Diah Agus Salim ( Sekretaris MPW Pemuda Pancasila Jatim) dan Durrul Izza Al Fatawi (Gempita Jatim), dan Ki Nonot S (Ketua Lesbumi PWNU Jatim).(dsb/mha)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.