POLTEK : Menristekdikti Mohamad Nasir, Wali Kota Kediri Mas Abu, Direktur Poltek Bambang S bersama lima mahasiswa (duta.co/Nanang Priyo)

KEDIRI | duta.co –Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar,Kamis (10/01/2018) membuka kuliah umum bersama Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) RI, Mohamad Nasir. Mengambil tema Mempersiapkan Generasi Muda Indonesia Dalam Era Industri 4.0 di Gedung A Kampus II Politeknik Kediri.

Wali kota yang akrab disapa Mas Abu menjelaskan berdirinya Politeknik Kediri merupakan gagasan Pemerintah Kota Kediri era dipimpin HA. Maschut. Dengan tujuan meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Kediri pada masa itu.

Pada masa saat ini, keberadaan Politeknik Kediri bagi Mas Abu, adalah wujud nyata pemerintah kota meningkatkan Human Development Index di Kota Kediri. Seiring berkembangnya dunia pendidikan, khususnya vokasi, dapat meningkatkan kualitas dan rasa kompetitif Kota Kediri.

“Kita dari Pemkot Kediri terus mendorong Poltek Kediri agar menjadi semakin bagus. Mahasiswa disini juga sudah diakui oleh perusahaan-perusahaan, banyak yang sebelum lulus ini sudah dibooking dan ada beberapa yang kerjasama dengan UMKM di Kota Kediri dalam bidang mesin produksi dan publikasi usaha,” ujarnya.

Saat ini, lanjut Mas Abu, di tahun 2019 perguruan tinggi yang akan meluluskan mahasiswa harus terakreditasi. Jadi harapannya, Politeknik Kediri bisa segera mendapatkan status baru sebagai Politeknik Negeri.

“Kita sudah urus SK penetapan hibah ke Polinema. NPHD sedang proses. Kami berharap SK PSDKU Polinema bisa segera diterbitkan,” ujar Mas Abu.

Dalam acara yang sama, Menristekdikti Mohamad Nasir menjelaskan saat ini SK PSDKU Polinema sudah dalam proses.

“Saat ini kita memang sedang mengembangkan pendidikan vokasi yang ada di politeknik seluruh Indonesia, salah satunya adalah di Kediri ini. Semoga penegerian Poltek Kediri bisa segera terwujud dengan program PSDKU dengan Politeknik Negeri Malang,” ujar.

Dalam kuliah umumnya. Mohamad Nasir menjelaskan perlunya perubahan dalam sistem perkuliahan yang sifatnya face to face.

“Kita perlu tinjau PTN dan PTS yang menerapkan sistem face to face. Kita tinjau dan evaluasi, kalau perlu akan kita perbaiki sistemnya,” ujarnya.

Bagi salah satu orang yang pernah menimba ilmu di Kota Kediri ini, Mohamad Nasir merasa bahagia Kota Kediri telah berkembang menjadi lebih baik. Karenanya, Nasir memberikan dorongan moral kepada mahasiswa Politeknik Kediri yang hadir dalam kuliah umum.

Pada akhir kuliah umum, M Nasir menunjuk maju beberapa mahasiswa yang memiliki indeks prestasi kumulatif (IPK) tertinggi di tiap jurusan. Diantaranya Ratna Indah Sari dari jurusan Akuntansi yang memiliki IPK 3,71, kemudian Azhar dari jurusan Perawatan dan Perbaikan Mesin dengan IPK 3,69, Dodi Mahera dari jurusan Perawatan dan Perbaikan Mesin dengan IPK 3,5 dan M Dhimas dari jurusan Teknik Informatika dengan IPK 3,5.

Selain itu ada juga Mega Larasati yang merupakan mahasiswa asal terjauh dari Kota Kediri yaitu dari Biak Papua juga maju disamping Menristekdikti itu. Selanjutnya kelima mahasiswa beruntung ini masing-masing mendapatkan hadiah berupa laptop dari Menristekdikti untuk meningkatkan semangat dalam belajar untuk lebih baik.

Ratna Indah Sari, salah satu mahasiswa beruntung ini merasa bangga bisa menerima laptop dari Menristekdikti.

“Seneng banget bisa dapat laptop dari Pak Menteri, karena saat ini laptop itu sangat penting. Semoga laptop ini bisa sangat bermanfaat untuk saya ke depannya,” ujarnya. (nng)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.