
JAKARTA | duta.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengapresiasi langkah Polri yang akan melaporkan penerimaan cendera mata berupa pedang berlapis emas dari Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al-Saud. Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mengaku telah mendapat informasi dari Humas Mabes Polri soal laporan penerimaan cinderamata tersebut.
“Itu bagus. Hari ini belum tahu ya, tapi kami ucapkan terima kasih kepada Polri untuk melaporkan penerimaan pedang itu,” kata Laode di Gedung DPR/MPR Senayan, Jakarta, Senin (6/2).
Laode mencontohkan, pejabat publik seperti Presiden Joko Widodo juga kerap melapor ke lembaga antirasuah jika mendapat cenderamata dari perwakilan negara-negara lain.
“Sebagai contoh saja, misalnya Pak Jokowi dapat gitar laporkan, kemarin Pak Jokowi juga dapat lukisan dan t-shirt juga dilaporkan. Jadi Kapolri juga mudah-mudahan dilaporkan,” terangnya.
Empat tahun silam, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo memang mendapat hadiah gitar bass dari pemain bas Metallica Robert Trujillo. “Saya dikirimin gitar bass lengkap sama tanda tangan dan CD (compact disc),” kata Jokowi, Rabu, 1 Mei 2013, di sebuah rumah makan di kawasan Sunter, Jakarta Utara.
Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di Jakarta, Senin (6/3), menambahkan, mantan Menteri ESDM Sudirman Said pernah melaporkan penerimaan cincin berlian dengan nilai sekitar Rp 4 miliar yang diterima saat kunjungan kenegaraan.
Sementara itu, Polri menerima cenderamata berupa pedang berlapis emas dari Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud, Sabtu (4/3) lalu. Pedang itu diberikan pihak Arab sebagai simbol kerja sama pertahanan dan keamanan dengan Indonesia.
Memang itu ada, itu cendaramata dari Raja Salman buat Polri,” kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Senin (6/3).
Rikwanto mengatakan dalam waktu dekat pedang emas yang diterima Polri dari pihak Arab itu akan segera dilaporkan ke KPK. “Kita akan informasikan ke KPK, namun demikian cindaramata itu,” ujar dia.
Dia kembali menegaskan, jika pedang itu diberikan pihak Arab untuk Polri bukan untuk Tito. Dijelaskan jenderal bintang satu ini pedang itu nantinya akan disimpan di museum Polri. “Jadi ini pedang buat Polri bukan Kapolri, nantinya pedang akan disimpan di museum Polri,” ujarnya. ful, net