Para ulama dan ibu nyai sesaat setelah bertemu Kapolres Blitar membahas masalah prokes dan vaksinasi (hendik/duta.co)

BLITAR | duta.co – Jajaran kepolisian Blitar terus berupaya menekan persebaran virus Covid-19 salah satunya adalah mengandeng ulama. Ulama diharapkan akan dapat membantu memberikan pemahaman ditengah masyarakat terkait pentingnya menerapkan prokes pencegahan penularan virus Covid-19.

Selain itu keenganan masyarakat untuk vaksinasi juga menjadi konsen tersendiri kepolisian. Berbagai upaya terus dilakukan untuk menggenjot capaian vaksinasi. Kepolisian dengan menggandeng ulama dan tokoh agama agar mensukseskan capaian vaksinasi.

Kapolres Blitar AKBP Adhitya Panji Anom menuturkan pihaknya ulama dan tokoh agama untuk ikut berperan melakukan edukasi kepada kelompok-kelompok masyarakat soal vaksinasi Covid-19. Misalnya di kelompok jamaat, kelompok pengajian maupun lingkungan pondok pesantren dan masyarakat secara umum.

“Kami berharap, kalau masih ada masyarakat enggan untuk divaksin agar diberi edukasi secara persuasif dari ulama dan tokoh agama. Seperti kita ketahui ketokohan ulama dan tokoh agama ini pengaruhnya sangat besar di masyarakat,” terang Kapolres.

Baru-baru ini bahkan Kapolres Blitar menerima kunjungan tokoh agama dan ulama. Di antara tokoh agama dan ulama yang hadir adalah Ketua FKUB Kabupaten Blitar Agus Muadzin, Ketua PHDI Lestari, Bamag, Pendeta Sabar Sitompul, Muslimat NU, Fatayat, dan perwakilan Buddha yakni Endang Lestari.

Mereka memberikan masukan kepada Polres Blitar soal penanganan Covid-19 serta terkait vaksinasi. Mengingat, selain tenaga kesehatan Polres Blitar Blitar juga menjadi salah satu garda terdepan penanganan Covid-19.

“Kami sangat berterimakasih atas masukan dan komitmen dukungan dari ulama dan tokoh agama. Selain vaksinasi kami ikut andil dalam penanganan Covid-19 di Kabupaten Blitar utamanya tracing,” kata Aditya.

Para tokoh agama ini juga diharapkan berperan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya protokol kesehatan (Prokes). Mulai dari memakai masker secara benar, sering mencuci tangan serta menghindari kerumunan. Apalagi dengan munculnya varian Delta kewaspadaan terhadap penularan Covid-19 harus lebih ditingkatkan. Pemakaian masker secara dobel sangat dianjurkan. Yakni masker medis di sisi dalam dan masker kain di sisi luar.

Melalui berbagai upaya yang dilakukan secara serius dan terus-menerua diharapkan pandemi yang sudah berlangsung cukup lama ini bisa segera diatasi. Apalagi saat ini angka pasien positif Covid-19 yang dirawat di rumah sakit sudah menurun drastis. Sehingga semua pihak harus lebih semangat untuk mengkampayekan hidup sehat dan sesuai Prokes.

Selain soal Covid-19, pada kesempatan itu para tokoh agama dan ulama juga gencar soal antisipasi ajaran radikalisme. Salah satunya dengan deteksi dini melalui Satintelkam.

“Kami juga meminta dukungan tokoh agama dan ulama agar ikut menyukseskan vaksinasi,” pungkasnya.(hendi)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry